BALIKPAPAN – Sebagai upaya mengejar capaian vaksinasi 100 persen hingga akhir tahun, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kaltim kembali menggelar vaksinasi di Kota Minyak. Kegiatan berlangsung pada Kamis (9/12) di BSCC Dome. Ada tiga jenis vaksin yang tersedia untuk masyarakat.

Di antaranya Sinovac, AstraZeneca, dan Moderna. Baik dosis 1 dan dosis 2. Terbuka untuk usia pelajar di atas 12 tahun dan masyarakat umum. Kabag Ops BINDA Kaltim Kolonel Inf Mat Jayus mengatakan, pihaknya total melaksanakan 4.600 dosis secara serentak di lima kabupaten/kota di Benua Etam.

Mulai Samarinda, Balikpapan, Bontang, Penajam Paser Utara, dan Berau. Tersebar delapan titik vaksinasi. Sejak pelaksanaan vaksinasi pada Juni, BINDA Kaltim telah memberikan vaksinasi sebanyak 101 ribu dosis dari target 119 ribu sampai akhir Desember. “Jadi sudah diberikan 57 ribu untuk pelajar dan 44 ribu untuk masyarakat,” sebutnya.

BINDA Kaltim selalu mengevaluasi terhadap capaian vaksinasi tersebut. Terutama menyasar masyarakat yang jauh dari pusat vaksinasi. Contoh menggelar vaksinasi di perbatasan Anggana Kukar dan Samarinda. “Kita datangi dan koordinasi dengan camat, lurah, LPM untuk memastikan sasaran siap,” tuturnya.

Sementara itu, BINDA Kaltim menargetkan pemberian 33.600 dosis vaksin pada bulan ini. Namun bukan berarti misi selesai, awal tahun depan akan berlanjut target selanjutnya. Apalagi ada rencana pemberian vaksinasi booster dan vaksinasi anak. BINDA Kaltim masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kalau sudah ada perintah melaksanakan itu, kita akan gelar lagi. Tentu dengan pola yang berbeda,” ucapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty menyebutkan, pihaknya berterima kasih atas bantuan BINDA Kaltim. Terhitung sejak Juni sudah bersama pemerintah melakukan percepatan vaksinasi. 

Hampir semua kelurahan di Balikpapan telah dibantu BINDA Kaltim. “Saat ini capaian vaksinasi dosis 1 sebanyak 96,52 persen dan 76,21 untuk dosis 2,” katanya. Dia berharap, kerja sama dengan BINDA Kaltim bisa terus berlanjut sampai mencapai target 100 persen seluruh warga Kota Beriman mendapat vaksin. 

“Insyaallah kita optimistis mencapai target akhir tahun,” ujarnya. Ada pun kekurangan sekitar 3,5 persen atau setara 45 ribu warga yang belum vaksinasi. Mereka kebanyakan lansia dan memiliki penyakit komorbid. Dia menjelaskan, ada pemahaman yang beredar di masyarakat jika punya komorbid tidak bisa vaksin. 

Menurutnya ini perlu edukasi lagi karena tidak semua penyakit komorbid berarti tidak boleh menerima vaksin. “Padahal justru ada yang lebih direkomendasikan mendapat vaksin karena manfaatnya banyak dibanding kekhawatiran akan penyakit,” imbuhnya.

Dia berharap warga yang ragu vaksin karena memiliki penyakit komorbid tak perlu khawatir. Hal yang penting datang dulu ke sentra vaksinasi. Nantinya petugas medis akan melakukan skrining terlebih dahulu. Apalagi kondisi tubuh fit dan siap, maka baru diberikan vaksinasi.

Saat ini tantangan yang dihadapi memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Pihaknya perlu kombinasi cara untuk mencapai sasaran. Mulai dari door to door hingga komunikasi dengan RT. Sebab mereka yang bisa mendeteksi mana warga belum mendapat vaksin. Kemudian menyelesaikan vaksinasi di satu kelompok keluarga juga penting.

“Ada rencana mobile vaksinasi karena kami lihat masyarakat sudah berkunjung ke tempat publik. Jadi kita lebih proaktif mendekati warga yang berkelompok,” tuturnya. Contoh bisa saja membuka mobile vaksinasi di Lapangan Merdeka sebagai salah satu tempat masyarakat berkumpul. (gel)