SAMARINDA–Satu kelurahan satu taman bermain, menjadi satu dari 10 program unggulan yang diusung Wali Kota Samarinda Andi Harun dan wakilnya, Rusmadi. Tahun depan proyek pembangunan fisik akan dimulai dengan target awal masing-masing satu kelurahan di 10 kecamatan, hingga nanti menjadi 59 kelurahan memiliki taman bermain atau ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih layak.

Asisten II Pemkot Samarinda drg Nina Endang Rahayu menuturkan, hampir 80 persen dari 59 kelurahan sudah mengajukan ketersediaan lahan untuk pembangunan RTH. Tim Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) juga sudah melakukan verifikasi, dan menyatakan lahan yang ditunjuk sudah aman dan dinyatakan milik pemerintah. Tahun depan dimulai satu kelurahan di 10 kecamatan,” ucapnya, Kamis (16/12).

Mengenai konsep yang diusung, Nina menyebut, mengaitkan dengan program ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), serta ruang terbuka kesetaraan gender. Sebagaimana terus digaungkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) dalam rangka mendorong pemenuhan hak bermain bagi anak. Makanya nanti tiap titik yang dibangun memiliki tema berbeda, mengakomodasi kebutuhan bermain anak, serta tidak melupakan ruang yang ramah terhadap lansia,” ujarnya.

Dia telah berpesan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku OPD pengampu bahwa sebelum melaksanakan pekerjaan fisik, untuk aktif melibatkan warga, RT, kelurahan dan kecamatan setempat. Hal itu untuk menggali kebutuhan ruang terbuka yang diinginkan warga setempat. Itu cara untuk menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) warga setempat, sehingga ke depan warga dengan tulus memelihara aset yang sudah dibangun pemerintah,” ucapnya.

Terkait anggaran, Nina menyebut mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar untuk 10 titik tersebut, dengan nilai yang bervariasi, apalagi lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 800 meter persegi, bahkan bisa kurang dari itu. Pemkot juga membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan di Kota Tepian untuk bisa terlibat melalui program corporate social responsibility (CSR). Kebutuhan anggaran besar, perusahaan bisa ikut berpartisipasi,” tutupnya. (dns/dra/k8)