BALIKPAPAN-Penyebab kebakaran di Jalan Gunung Polisi, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, Rabu (15/12) siang masih kelabu. Namun, dugaan sumber api mulai mengerucut. Diduga kuat berasal dari rumah yang tak berpenghuni. Kesimpulan awal itu disampaikan setelah anggota Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar dua jam (17/12).

Sejumlah saksi turut dihadirkan di lokasi kejadian. Olah TKP itu turut melibatkan 15 anggota Polsek Balikpapan Barat dan Inafis Polresta Balikpapan yang dipimpin Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Totok Eko Darminto. Tim sudah bekerja. Semoga dalam waktu dekat segera terungkap penyebab di balik musibah kebakaran ini. Kami akan sampaikan hasilnya kalau sudah keluar,” terang Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso melalui Totok Eko Darminto. Pihaknya belum bisa memastikan terkait penyebab kebakaran yang menghanguskan 97 rumah di tiga RT. Yakni RT 44, RT 45, dan RT 47. Kalau penyebabnya tunggu hasil puslabfor.  Untuk sumber api, dugaan kuat dari rumah yang tak berpenghuni,” jelasnya.

Rumah kosong tersebut, kata dia, sudah dua tahun tidak ditempati. Di dalam rumah tidak ada perabot apa pun. Hanya listrik 450 watt, dan lampu yang dinyalakan di depan rumah. Selain menggambar lokasi kebakaran dan mengambil foto, Tim Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya meminta keterangan saksi guna mendukung penelitian secara ilmiah. Sementara itu, Camat Balikpapan Barat M Arif Fadillah menuturkan, korban kebakaran yang berada di posko pengungsian masih membutuhkan perlengkapan mandi seperti sabun, pasta gigi, dan handuk. Lalu popok bayi dan pembalut wanita, termasuk pakaian dalam.

Dia menambahkan, sebagian korban kebakaran, ada yang mendirikan tenda di dekat depan Masjid Al-Makmur. Tak jauh dari lokasi kebakaran. Padahal, pihak kecamatan sudah mendirikan posko pengungsian di belakang apartemen Pertamina. Yang merupakan bangunan wisma milik Pertamina, yang terdiri dari 10 kamar. Posko pengungsian yang berdekatan dengan posko pengumpulan bantuan itu lebih aman. Terlebih ketika hujan melanda. Makanya kami imbau, mereka untuk mengungsi di sana. Lebih nyaman. Listrik dan air sudah ada. Juga tiap kamar ada WC sendiri,” pesan Arif.

Mengenai santunan bagi korban kebakaran masih dilakukan pendataan. Namun, biasanya, Pemkot Balikpapan akan memberikan bantuan berupa uang sewa rumah kepada korban. Di mana, saat ini sinkronisasi data masih dilakukan oleh pihak kecamatan. Karena data mengenai korban kebakaran masih dinamis. Berkaca dari beberapa kasus kebakaran di Balikpapan Barat, pihak kecamatan harus mengecek satu per satu. Kami juga masih melakukan data anak sekolah yang menjadi korban kebakaran ini. Karena informasinya dari Dinsos (Dinas Sosial), akan menyiapkan bantuan seragam sekolah,” pungkas dia. (aim/riz/k16)