SAMARINDA – Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota terpaksa melepaskan tembakan peluru timah panas di bagian kaki pria diduga pelaku pencurian Andi Ilham (52) ketika hendak kabur dari penangkapan. 

Andi Ilham diketahui residivis kasus pembunuhan tahun 1993 di Makassar. Diduga, ia telah melakukan 5 kali pencurian di Samarinda. 

"Pelaku pertama melakukan pencurian di Jl Waris Husain Pasar Pagi dengan korban kerugian Rp 3 juta. Yang kedua di Jl Yos Sudarso Pelabuhan, total kerugian 15 juta dengan dua lembar BPKB," jelas Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo dalam jumpa pers, Jumat (17/12/2021). 

Lalu, pelaku Andi Ilham juga melakukan pencurian ketiga di Jl Pulau Sebatik dengan kerugian korban 100 juta. Dan di Jl Imam Bonjol Sungai Kunjang korban alami kerugian Rp 6 juta. 

"Tertinggi, kerugian korban sebesar Rp 112 juta di Jl Basuki Rahmat," kata Gulo. 

Pelaku Andi Ilham saat beraksi lebih dulu memantau kendaraan dan pengendara yang hendak dicuri. Bila sudah menemukan sasaran yang tepat, pelaku lalu menggunakan sandal berisi paku mendekati sekitar ban kendaraan korban. 

"Pelaku juga memasang paku payung di ban. Kemudian, kendaraan dibuntuti sampai korban berhenti dan mengganti ban. Saat itulah, pelaku membuka paksa pintu mobil dengan kunci T dan membawa barang korban," kata Gulo. 

Kendaraan yang disasar pelaku Andi Ilham, tak sembarangan. Hanya kendaraan membawa barang berharga yang dijadikan target aksinya. Sehingga hanya kendaraan dari pasar dan bank diamatinya. 

Polisi kini menjerat pelaku Andi Ilham dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Pelaku diduga beraksi selama enam bulan. 

"Kejahatan pelaku ini tak spontan. Ada masa pemantauan. Karena itu, kita bekerjasama dengan Jatanras Polda Kaltim, Jatanras Polres Samarinda dan Polsek Sungai Pinang. Dan pelaku ini beraksi secara tim. Karena ada satu pelaku lagi yang ditangkap di Polsek Sungai Pinang," jelas Gulo. (myn)