Terkait mulai merebaknya varian baru Covid-19 Omicron, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meminta kepada masyarakat agar waspada. Bahkan tidak berlebihan, memohon untuk meningkatkan kewaspadaan supaya dapat mengantisipasi dengan pencegahan kemungkinan penyebaran Covid-19 varian Omicron semaksimal mungkin.

Hal itu disampaikan oleh Isran dalam sambutannya ketika menghadiri peluncuran layanan Indosat Ooredoo 5G di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (16/12).

Menurut Gubernur, peningkatan kewaspadaan itu dilakukan seiring peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 jenis Omicron di sejumlah negara, di antaranya Amerika, yang dua hari yang lalu mencapai puncaknya, hingga 120 ribuan orang.
Ia menjelaskan, hingga kini memang belum ada informasi terkait adanya potensi penyebaran Covid-19 jenis Omicron. Namun masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebarannya.

“Untuk di wilayah Kalimantan Timur belum ada, mudah-mudahan jangan. Oleh sebab itu, kita berharap kepada kita semua agar mengingatkan keluarga dan lingkungan kerja kita untuk selalu menggunakan masker,” ungkapnya. Sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga agar terhindar dari potensi penyebaran Covid-19 jenis baru ini. “70 persen di Kalimantan Timur, sudah berada level hijau, sudah tidak ada lagi yang terkonfirmasi positif. Tapi kita harus tetap waspada,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Berau Madri Pani, mengapresiasi kinerja Tim Satuan Tugas (Satgas) kabupaten hingga kecamatan, yang terus menekan angka penularan Covid-19 di kabupaten yang terkenal dengan wisatanya ini. Dalam beberapa hari terakhir tidak ada penambahan pasien baru, seluruh kecamatan pun sudah dinyatakan zona hijau.

"Perjuangan satgas bersama dengan tim kesehatan sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu harus sangat diapresiasi, bagaimana tidak, seluruh tim tenaga kesehatan rela jauh dari keluarga untuk merawat pasien Covid-19, bahkan tidak sedikit dari tim nakes juga ikut terpapar," katanya.

Ia menuturkan, tim nakes dengan balutan baju hazmat yang sangat panas namun bertahan bekerja lebih dari enam jam dalam sehari untuk merawat pasien Covid-19, belum lagi pasien dengan berbagai macam keluhan dengan sabar dilayani oleh para nakes. “Mereka menjalankan sumpah mereka diuji dengan kesabaran, ini tanggung jawab besar,” katanya.

Tim Satgas juga tidak kalah berperang penting dalam membuat Bumi Batiwakkal masuk dalam zona hijau, tidak peduli siang atau malam. Tim satgas cepat dalam bertindak, terlebih jika ada pemakaman pada malam hari, mereka langsung melakukan pemakaman. Di sisi lain, Madri mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam menjaga Protokol Kesehatan, karena Covid-19 belum 100 persen hilang dari Berau, terlebih menjelang natal dan tahun baru, Madri meminta masyarakat agar mematuhi peraturan yang ada. (pro)