BALIKPAPAN-Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Telindung, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Rabu (15/12), membuat lebih dari 500 jiwa kehilangan tempat tinggal. Warga dari RT 44, 45 dan 47 tersebut terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian, masjid hingga mengungsi ke rumah saudara.

Sunarti, Warga RT 47 mengaku memilih tinggal di masjid tak jauh dari rumahnya yang ludes terbakar, meski sejumlah saudara menawarkan tempat tinggal sementara. Dia dan sang suami mengaku memilih bertahan di pengungsian karena merasa tak enak jika harus menumpang.

“Anak saya kan lima orang, tentu saya tidak enak hati kalau harus menumpang. Jadi opsinya sementara tetap tinggal di pengungsian bersama warga yang lain,” kata perempuan 40 tahun ini.

Sunarti menambahkan alat mandi, air bersih dan pakaian bersih baik untuk orang dewasa maupun anak anak, serta fasilitas MCK jadi kebutuhan utama korban kebakaran. “Air kan mati karena kebakaran ini, tandon juga banyak yang terbakar. Pakaian kami juga habis terbakar, yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan,” ujar dia.

Ketua RT 47 Tumini menambahkan, air bersih, pakaian dan dapur umum memang jadi kebutuhan utama korban kebakaran. “Kalau makanan sudah cukup. Sekarang yang kurang air bersih untuk keperluan sehari-hari serta kebutuhan untuk balita,” katanya.

Selain itu, dia juga berharap ada tambahan posko di RT 47, sebab, sebagian besar warganya enggan menempati posko utama di dekat Wisma Pertamina. “Warga banyak yang tidak mau menempati posko di bawah karena jauh,” ungkap dia.

Sebagai informasi, pemerintah sudah menyediakan tiga posko untuk menampung korban kebakaran Jalan Gunung Polisi, Kelurahan Baru Ilir.

Di sisi lain, Kepolisian Resort Kota Balikpapan sudah memeriksa sembilan saksi dalam musibah kebakaran yang terjadi Rabu (16/12) tersebut. Namun demikian, kepolisian belum bisa menyimpulan secara pasti sebab utama kebakaran yang menghanguskan 80 lebih rumah tersebut.

Rencananya, tim laboratorium forensik dari Surabaya bakal melakukan olah TKP di lokasi kebakaran besok, Jum’at (17/12). (hul)