BALIKPAPAN-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur menggelar Operasi Patroli Laut Terkoordinasi fase dua, mulai hari ini (16/12) pagi. Dalam patroli kali ini, DJBC Kalbagtim melibatkan Pangkalan TNI AL Balikpapan dan Ditpolairud Polda Kaltim.

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur melalui Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Zaeni Rokhman mengatakan, sasaran utama pelaksanaan patroli ini adalah mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang ke wilayah perairan Indonesia.

"Perairan Kaltim dan Kaltara yang masuk ALKI II merupakan wilayah yang strategis, namun juga rawan masuknya barang-barang yang dilarang sekaligus menjaga kedaulatan," kata Zaeni selepas gelar apel pasukan di Pelabuhan Semayang, Kamis (16/12) pagi.

Tak hanya kepabeanan dan cukai, patroli kali ini juga dimaksudkan untuk mencegah adanya kejahatan lintas negara serta pengawasan potensi sumber daya alam.

Khusus untuk kejahatan lintas negara, Zaeni menyebut narkotika masih jadi mendominasi penindakan. Pelabuhan di kawasan Donggala dan Toli Toli disebut dia masih jadi 

"Intersep di Kaltara, kalau Donggal dan Toli Toli biasanya memang jadi wilayah pengejaran kita," ungkap Zaeni.

Dia menambahkan, patroli ini juga tak lepas dari perayaan natal dan tahun baru. Di mana, arus  keluar masuk barang kemungkinan besar bakal meningkat. "Ini juga jadi perhatian bersama," katanya

Pada operasi patroli ini, DJBC Kalbagtim menurunkan satu armada kapal BC 3003 dibantu KRI Keris dan armada milik Ditpolairud. (hul)