ABU DHABI – Gelar juara dunia Formula 1 2021 yang diraih pembalap Red Bull Max Verstappen Minggu malam lalu di Sirkuit Yas Marina diselimuti keberuntungan dan kontroversi. Beberapa jam setelah podium GP Abu Dhabi itu, Mercedes mengajukan dua protes resmi kepada FIA (Federation Internationale de l’Automobile) meminta pembatalan hasil lomba. Namun, dua-duanya sudah ditolak.

Protes pertama yang diajukan Mercedes terkait manuver Verstappen yang sempat ingin menyalip pembalap Mercedes Lewis Hamilton saat safety car masih berada di lintasan. Safety car masuk untuk mengamankan balapan setelah kejadian pembalap Williams Nicolas Latifi menabrak barier pada lap ke-55.

Menjawab protes pertama tersebut, tim pengawas balapan (stewards) mementahkannya. Mereka menjelaskan, meski Verstappen sempat bergerak mendahului Hamilton, dia kembali ke belakang setelah kedua pembalap sama-sama melakukan pengereman.

’’Mobil nomor 33 (Verstappen) akhirnya kembali ke posisinya di belakang nomor 44 (Hamilton). Dia juga tidak berada di depan saat masa safety car selesai,’’ tulis pengawas balapan dalam rilis resmi dilansir Motorsport.

Protes kedua yang diajukan Mercedes terkait keputusan Race Director F1 Michael Masi yang menarik safety car saat balapan menyisakan satu lap. Keputusan itulah yang akhirnya membuat Verstappen sukses menyalip Hamilton di tikungan lima lap terakhir untuk memastikan diri menjadi juara dunia musim ini.

Menurut Mercedes, dalam aturan F1 pasal 48.12, safety car seharusnya bertahan di lintasan sampai akhir lap selanjutnya setelah mengatur ulang pembalap-pembalap yang di-overlap kembali ke posisi masing-masing. Seandainya aturan tersebut dijalankan penuh pada Minggu malam lalu, Hamilton menahbiskan diri sebagai juara dunia untuk kali kedelapan dengan balapan berakhir di belakang safety car.

Menjawab protes kedua itu, FIA mengakui aturan tersebut tidak dijalankan secara penuh pada balapan itu. Namun, mereka menjelaskan bahwa keputusan Masi menarik safety car sebelum lap terakhir sudah sesuai dengan aturan F1 di pasal 15.3.

’’Pasal itu menyebutkan bahwa race director memiliki wewenang penuh untuk mengatur kapan safety car bisa keluar atau masuk dari lintasan,’’ tulis FIA dalam rilis resmi. FIA menambahkan, Mercedes masih diberi waktu sampai 96 jam ke depan setelah protes mereka ditolak untuk mengajukan banding.

Menanggapi protes Mercedes, Team Principal Red Bull Christian Horner menyebut itu langkah berbau putus asa dari Mercedes setelah kehilangan gelar juara dunia musim ini. Dia mengapresiasi keputusan Masi yang tidak membiarkan balapan penentuan itu berakhir di belakang safety car.

’’Race director berada di situasi yang sulit. Dan dia mengambil keputusan yang tepat. Dan strategi kami juga berjalan dengan baik,’’ ucap Horner dilansir Motorsport. (irr/c17/dra)