SAMARINDA-Harga minyak goreng melonjak beberapa bulan terakhir. Meskipun mulai menurun, namun Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kaltim tetap berusaha menekan harga minyak goreng. Salah satunya menggelar bazar minyak goreng murah. Melalui program Gapki Peduli berinisiatif mengadakan bazar minyak goreng murah, untuk mengurangi beban masyarakat dalam hal keperluan akan minyak goreng.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, harga minyak goreng meningkat tentunya disebabkan harga crude palm oil (CPO) yang sedang tinggi. CPO sebagai salah satu bahan baku minyak goreng, tentunya mempengaruhi harga jual minyak goreng. Harga minyak goreng di tingkat pasar sempat meningkat. Harga minyak goreng sempat menyentuh Rp 19-20 ribu per liter. 

Untuk itu, Gapki Kaltim bersama, Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) dan PT. Gawi Makmur Kalimantan (Wings Foods), menyelenggarakan bazar pada Selasa (7/12) lalu di halaman Kampus UWGM Samarinda. Mengevaluasi kegiatan bazar tersebut, ada kemungkinan Gapki Kaltim akan mengadakan kembali kegiatan serupa, apabila harga minyak goreng di pasaran masih tinggi.

“Bazar dilakukan atas pertimbangan kondisi melambungnya harga minyak goreng di pasar yang relatif kurang terkendali,” katanya Selasa (14/12).

Menurutnya, apabila tidak segera dilakukan upaya yang strategis, dimungkinkan akan semakin kurang kondusif. Apalagi dengan adanya spekulasi penumpukan stok, oleh oknum pedagang yang tidak bertanggungjawab, demi mengejar keuntungan sepihak dan semakin mempersulit pemenuhan kebutuhan minyak goreng oleh masyarakat luas. Atas kondisi ini, Gapki Kaltim berinisiatif mengadakan bazar minyak goreng murah, untuk mengurangi beban masyarakat dalam hal keperluan akan minyak goreng. 

Dalam bazar tersebut, turut berperan PT Gawi Makmur Kalimantan (sebagai penyuplai minyak goreng produksi Wings Foods), serta Universitas Widyagama Mahakam Samarinda, sebagai penyedia tempat penyelenggaraan bazar. Pengadaan Bazar dimulai pukul 09.30 wita sampai dengan pukul 11.30 wita, dengan menyediakan sebanyak 300 liter minyak goreng kemasan 1 liter merek Sedaap, dengan harga Rp 15 ribu per liter. Mekanisme penjualan minyak goreng murah dibatasi dengan maksimal 2 liter perorang. Patut disyukuri bahwa stok yang disediakan habis terjual dalam tempo hanya dua jam. 

“Kemungkinan kita bisa jadi melangsungkan bazar lagi, apabila harga minyak goreng di pasaran Kaltim masih tinggi,” tuturnya.

Tapi saat ini minyak goreng sudah mulai melandai, karena pemerintah juga sudah terus memastikan stok dalam negeri tercukupi sehingga harga minyak goreng tidak meningkat. Saat ini pemerintah juga sudah melakukan pembahasan penyediaan minyak goreng dengan kemasan. Sehingga stok minyak goreng minimal untuk mengamankan sampai Natal dan Tahun baru, agar harga tidak melambung. Harapannya produksi minyak goreng tidak terganggu, agar tidak ada kenaikan harga. (ctr)