SAMARINDA-Secara umum, total aset perbankan (Bank Umum Konvensional dan Syariah) di Kaltim menunjukkan peningkatan. Total aset perbankan se-Kaltim per September 2021 tercatat sebesar Rp 158,67 triliun, meningkat 7,97 persen secara tahunan (yoy) atau 9,80 persen secara year to date (ytd). 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Made Yoga Sudharma mengatakan, kinerja perbankan di Kaltim secara menyeluruh tetap mengalami perbaikan, meskipun masih diselimuti Covid-19. Per September 2021, total dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Kaltim tercatat sebesar Rp 115,33 triliun, meningkat 8,61 persen yoy atau 9,63 persen ytd.

“Selain DPK, kredit di Kaltim juga mengalami peningkatan yang signifikan,” jelasnya Sabtu (11/12) saat media gathering OJK Regional IX Kalimantan dan OJK Kaltimtara di Balikpapan.

Dia menjelaskan, penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank di Kaltim per September 2021 tercatat sebesar Rp 70,82 triliun, naik sebesar 8,56 persen yoy dibandingkan posisi September 2020 yang tercatat sebesar Rp 65,24 triliun. Secara ytd, juga mengalami peningkatan sebesar 7,42 persen, dari posisi Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp 65,93 triliun. 

Selanjutnya, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek di wilayah Kaltim per September 2021 tercatat sebesar Rp 114,91 triliun, turun sebesar 6,34 persen yoy dibandingkan September 2020 yang tercatat sebesar Rp 122,68 triliun. Secara ytd, juga mengalami penurunan sebesar 5,18 persen dibandingkan posisi Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp121,19 triliun. 

“Walaupun kredit lokasi di Kaltim proyek menurun, namun hal tersebut dikompensasikan terhadap kredit lokasi bank di Kaltim yang meningkat,” katanya.

Pertumbuhan kredit diiringi dengan kualitas kredit yang baik. Tingkat NPL (Non-performing loan) perbankan berdasarkan lokasi bank di wilayah Kaltim masih terjaga, dalam posisi yang sehat, tercermin dari NPL Gross per September 2021 tercatat sebesar 4,80 persen, menurun dari posisi September 2020 yang sebesar 7,71 persen. 

Namun demikian, perbankan telah membentuk pencadangan kerugian yang sangat memadai. Sehingga secara NPL Net perbankan untuk lokasi bank masih terjaga, dan berada dalam kategori sehat di posisi 1,97 persen per September 2021. Adapun tingkat NPL perbankan, berdasarkan lokasi proyek di wilayah Kaltim masih terjaga dalam posisi yang sehat. NPL Gross per September 2021 tercatat sebesar 4,08 persen, menurun dari posisi September 2020 yang tercatat sebesar 5,03 persen. 

“Namun demikian, perbankan telah membentuk pencadangan kerugian yang sangat memadai, sehingga secara NPL Net perbankan untuk lokasi proyek masih terjaga dan berada dalam kategori sehat di posisi 1,45 persen per September 2021,” pungkasnya. (ctr)