TANJUNG REDEB - Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, terendam banjir sejak Sabtu (11/12) malam. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kampung Gunung Sari, Dimastio Yudistira Amir yang dikonfirmasi pada Minggu (12/12).

Ia menuturkan, saat ini terdapat beberapa rumah yang terendam banjir, dan sedikitnya ada dua kepala keluarga (KK) yang sudah diungsikan ke Kantor Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan satu keluarga yang mengungsi ke rumah kerabat.

“Air sudah mulai terlihat naik sejak kemarin malam, memang karena curah hujan yang tinggi dan siklus banjir lima tahun sekali,” tuturnya.

Lanjut dia, ketinggian air saat ini relatif karena memang topografi kampung yang tidak rata. Menurut dia, karena kondisi rumah warga yang merupakan jenis rumah panggung, air yang masuk ke rumah tingginya hanya mencapai betis orang dewasa. Namun, untuk halaman sudah terendam air cukup dalam.

“Ini kan banjir tiap tahun pasti datang, jadi sudah ada antisipasi dari warga berupa membangun rumah yang cukup tinggi,” sambungnya.

Ia menyebut, belum ada tenda darurat yang disiapkan, baik oleh perangkat kampung maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau. Sebab, ketinggian air masih dirasa aman, namun ke depan jika ketinggian air terus naik, bukan tidak mungkin seluruh warga akan dievakuasi ke daerah yang aman.

“Air belum menunjukkan tanda akan naik, jadi warga masih bertahan di rumah masing-masing,” ucapnya.

Ia berharap, dalam waktu dekat ini tidak terjadi hujan deras di bagian hulu Sungai Segah. Sebab, jika hujan, otomatis sungai akan meluap dan air di Kampung Gunung Sari semakin meninggi.

“Harapannya tidak ada lagi kenaikan air, dan semoga cepat surut, sehingga warga bisa beraktivitas secara normal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Azkar menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan tim yang ditempatkan di Kampung Gunung Sari untuk memantau kondisi terkini banjir yang terjadi. Jadi, apabila nantinya tinggi air meningkat, tim bantuan akan bergerak dan membawa peralatan.

“Saat ini hanya menyiagakan satu tim di lokasi banjir, harapannya jika terjadi sesuatu, informasi cepat tersampaikan,” pungkasnya. (hmd/kpg/kri/k16)