Para pelaku kisah indah masa lalu akan kembali bersua. Nuansa nostalgia akan menyemarakkan duel AS Roma kontra ASD Spezia Calcio 2008 di Stadion Olimpico, Roma, dini hari Wita nanti.

 

THROWBACKsejenakke Serie A musim 2009/2010. Internaizonale mencapai periode terbaiknya ketika berhasil mencatatkan treble winners dengan menjuarai Coppa Italia, Serie A, UEFA Champions League. Armada Inter Milan kala itu dipimpin Jose Mourinho, pelatih AS Roma saat ini. Adapun Thiago Motta yang membesut Spezia Calcio kini, adalah salah satu pemain Nerazzuri pada saat itu.

Jose Mourinho mengaku begitu menikmati memori manis itu bersama Thiago Motta. Dia pun mengakui bahwa Motta adalah salah satu pemain kunci yang membuat Milan Biru mampu mewujudkan prestasi spektakuler tersebut. “Suatu waktu, saya melatih tim. Saat itulah saya bertemu dengannya,” jelas The Special One.

“Saya punya banyak memori tentangnya. Dia, (Dejan) Stankovic, dan (Christian) Chivu kini sudah menjadi pelatih. Saya selalu ingin tahu dengan hasil pertandingan tim yang mereka pimpin. Kecuali untuk pertandingan kali ini,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Sementara itu, bagi Motta, Mourinho telah memberi kenangan yang sangat positif dalam karier sepak bolanya. Laga ini menjadi sangat spesial, lantaran jadi kali pertamanya menghadapi sang mantan bos sebagai pelatih, setelah pensiun sebagai pemain pada 2018. “Kami mewujudkan treble winner bersama dan menjadi insipirasi untuk semua orang dengan kepemimpinan, kharisma, dan caranya mewujudkan idenya,” jelas Motta.

Tekanan besar ada di pundaknya. Sebab, dia punya tanggung jawab mengerek posisi Spezia dari zona degradasi. “Lawan kuat menanti kami. Mereka punya banyak pemain berkualitas. Kami harus belajar lebih banyak untuk mengelola pertandingan sesuai keinginan kami,” jelas Motta.

“Kami akan berupaya memberi mereka masalah dengan memanfaatkan kemampuan kami. Mereka kehilangan sejumlah pemain, tetapi saya tetap memperkirakan mereka tetap tampil dengan komposisi terbaiknya,” pungkas Motta.

Ya, misi Mou untuk memberi pelajaran salah satu anak didiknya kali ini harus berjalan sulit. Itu setelah penggawa lini depannya, yakni Nicolò Zaniolo, Lorenzo Pellegrini, dan Stephan El Shaarawy dipastikan absen. Zaniolo harus absen karena hukuman akumulasi kartu. Sementara Pellegrini dan EL Shaarawy karena cedera.

Untungnya, dia punya opsi pelapis yang menjanjikan. Dia bisa menurunkan Tammy Abraham yang tampil apik dengan brace goal-nya saat Il Giallorossi menghadapi CSKA Sofia dalam UEFA Conference League, Jumat (10/12) lalu. Peluang senada juga terbuka untuk Borja Mayoral. “Mereka bermain dengan baik. Selain itu kami tidak punya banyak opsi. Walaupun Shomurodov dan Felix bisa juga jadi pilihan,” terang mantan pembesut Chelsea FC dan Manchester United FC tersebut. (ndy2/k16)