SEBAGAI klub utama City Football Group (CFG), juara adalah target yang tidak bisa dilewatkan oleh Manchester City. Musim ini, memenangi Premier League masih dalam trek Manchester City yang mampu mempertahankan puncak klasemen di matchweek ke-16.

Tapi, seiring juara baru bisa ditahbiskan tahun depan, ada target yang bisa direalisasikan City tahun ini. Yaitu predikat sebagai klub dengan jumlah kemenangan terbanyak di Premier League dalam satu kalender tahun.

Sampai sekarang rekor itu dimiliki Liverpool FC (LFC). Bukan di Premier League, melainkan saat kompetisi kasta teratas Inggris masih bernama First Division. The Reds memenangi 33 laga dari 46 pertandingan pada 1982.

Seiring kemenangan 1-0 Ilkay Guendogan dkk atas Wolverhampton Wanderers di Etihad Stadium pada Sabtu (11/12) malam, City telah meraih 32 kemenangan dari 40 laga Premier League sepanjang 2021. Alhasil, kemenangan atas Leeds United di Etihad Stadium pekan depan (15/12) bisa menyejajarkan nama City dengan LFC. Kalaupun meleset, City masih memiliki agenda melawan Newcastle United di St James’s Park (19/12), menghadapi Leicester City dalam Boxing Day di kandang (26/12), dan kontra tuan rumah Brentford FC (30/12).

Hanya, sulitnya menembus pertahanan Wolves dijadikan Pep sebagai pedoman untuk anak asuhnya bahwa rekor tidak akan mudah diraih. ”Sulit ketika Anda harus dihadapkan dengan klub yang tak mau bermain. Mereka bagus dalam bertahan dan kami tahu itu akan sulit dibongkar. Salut kepada pemain yang tidak kehabisan kesabaran dalam membongkarnya,” tutur Pep di laman resmi klub.

Ada dua pemain yang jadi kunci dalam kemenangan City atas Wolves. Masing-masing wide attacker Raheem Sterling yang mencetak gol via penalti dan kiper Ederson Moraes atas clean sheet-nya. Yang unik, Sterling mencatatkan gol ke-100 di Premier League. Begitu pula Ederson dengan 100 clean sheet selama memperkuat City. (ren/c9/dns)