MENJELANG Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah persiapan telah dilakukan instansi berwenang. Sekalipun instruksi dari wali kota Samarinda belum keluar, koordinasi dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus dilakukan.

“Selain mengamankan kerumunan, lalu lintas kendaraan juga menjadi perhatian,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Herwan Rifai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dishub dilibatkan untuk mengamankan sirkulasi lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Khususnya di beberapa titik keramaian. Namun, hingga kemarin, belum ada aturan pakemnya.

Pasalnya, belum lama ini Samarinda berubah status menjadi level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Makanya kami masih tunggu instruksi lanjutan,” ungkapnya, Jumat (10/12). Namun, pihaknya sudah mempersiapkan untuk menempatkan sejumlah personel di sejumlah titik keramaian. Tak sendirian, penjagaan tersebut juga akan melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP. Hal ini berkaca dari pengalaman tahun lalu.

“Tahun lalu kan di Tepian Mahakam ditutup total. Kalau tahun ini mungkin ada perubahan,” jelasnya. Adapun beberapa titik yang menjadi fokus penjagaan, di antaranya Tepian Mahakam, Jalan Siradj Salman dan Citra Niaga. Sedikitnya ada 130 personel yang ia siapkan untuk berjaga di titik keramaian seperti biasanya.

“Nanti mereka akan berjaga secara bergantian, tapi bisa saja berubah karena instruksi belum keluar yang pasti kami siap menghadapi Nataru,” pungkasnya. (hun/beb/kpg/kri/k16)