Batalnya penerapan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 menjadi angin segar. Tidak hanya bagi pelaku usaha, namun juga masyarakat. Tetapi, tidak boleh ada euforia berlebihan untuk menghindari gelombang ketiga Covid-19.

 

BALIKPAPAN - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, suka tidak suka, pandemi selama dua tahun terakhir telah membuat semua orang sulit bergerak. Suffering. Namun kini status Balikpapan turun ke level 1, artinya pemerintah telah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 dan vaksinasi sudah terlaksana dengan baik.

"Alhamdulillah PPKM sudah turun ke level 1 dan level 3 dibatalkan," ujarnya, Rabu (8/12). Bicara ekonomi, lanjut Yaser, akhir tahun masuk peak season bagi sektor properti, perhotelan ataupun penerbangan. Biasanya belanja di akhir tahun dilakukan masyarakat setelah pembagian saham, intensif, ataupun bonus. Tentu kondisi sekarang lebih baik dari tahun lalu.

Dikarenakan pandemi orang haus akan hiburan dan mudah stress. Dalam perspektif pelaku usaha hanya di sebagian tempat, seperti Bali telah menjadi kota mati. Maka dibutuhkan effort dari berbagai pihak agar Pulau Dewata kembali bangkit.

"Walau sudah bisa bepergian dari dan ke luar negeri, pemerintah kita masih gas rem, gas rem. Hanya beberapa yang nekat, namun Indonesia sekarang sudah memperketat dan melakukan screening dengan baik," tutur Yaser.

Pengendalian Covid-19 diminta tetap terjaga, agar ekonomi bangkit dan tumbuh. Bukan hanya pemerintah tapi seluruh stakeholder wajib menerapkan unsur kehati-hatian agar tidak ada lagi ledakan kasus. Sehingga kondisi harus stabil dan bertahan dulu. Tapi, ia meyakini investasi akan masuk seiring perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim sebagai jangkarnya pertumbuhan ekonomi.

Konteks Kaltim, terutama Balikpapan, IKN menjadi hot issue. Meski belum terlihat langsung, namun pasar telah menangkap peluang. Terlebih Balikpapan sebagai penyangga utama IKN, volume migrasi akan berdampak pada sektor properti, pendidikan dan fasilitas kesehatan. Ke depan, diharapkan ekonomi terus menggeliat dengan hadirnya IKN, tanpa melupakan pandemi yang belum berakhir.

Diimbau protokol kesehatan tetap dipatuhi masyarakat dengan baik. Pemerintah Balikpapan menetapkan pelaksanaan PPKM Level 1 mulai 7-23 Desember 2021. Penurunan level tersebut setelah memerhatikan lima unsur/parameter yang meliputi tingkat kematian, tingkat kesembuhan, tingkat kasus aktif, tingkat keterisian tempat tidur ICU Rumah Sakit, tingkat keterisian Ruang Isolasi dan positivity rate (proporsi tes positif).

"Tingkat risiko penularan sudah 0,0 persen. Kasus beberapa hari terakhir juga di bawah angka puluhan, dan tercatat hanya 1 kasus kematian," ucap Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Balikpapan Zulkifli.

Beberapa ketentuan seiring penurunan level tersebut di antaranya untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar jam operasional menyesuaikan. Kegiatan sektor non-esensial, seperti showroom, salon kecantikan, PKL bukan penjual kuliner, toko mainan dan warnet, maksimal 50 persen dari kapasitas pelayanan dan batas operasional hingga pukul 21.00 Wita.

Sementara kegiatan sektor esensial seperti perbankan, perhotelan, industri orientasi ekspor dan pasar modal dapat beroperasi 100 persen dari kapasitas. Adapun kegiatan sektor esensial pada pemerintahan, berupa pelayanan publik, diberlakukan 50 persen maksimal staf work from office dengan protokol kesehatan secara ketat, dengan batas jam operasional 16.00 Wita.

“Untuk kegiatan industri apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19 di sana, maka unit kegiatan yang bersangkutan akan ditutup selama lima hari,” kata Zulkifli.

Kegiatan sektor kritikal seperti proyek strategis nasional, kesehatan, penanganan bencana, energi dan logistik, kata Zulkifli dapat beroperasi 100 persen tanpa pengecualian dengan jam operasional menyesuaikan. Penyesuaian jam operasional juga berlaku pada pasar tradisional, moda transportasi darat dan air dalam kota dan kegiatan konstruksi.

Adapun penyelenggaraan peribadatan di tempat ibadah dan jasa hiburan bioskop maksimal 75 persen dari kapasitas. Sedangkan kegiatan seminar, resepsi pernikahan dan hajatan, jasa hiburan malam, fasilitas rekreasi kolam renang dan wahana permainan anak maksimal 50 persen dari kapasitas. Dengan batas jam operasional yang juga sudah ditentukan.

“Kami melakukan upaya penegakan hukum terhadap kegiatan yang berpotensi kerumunan, baik kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi, pasar, pusat belanja, kegiatan sosial maupun keagamaan,” imbaunya.

Untuk fasilitas pelayanan kesehatan diimbau memaksimalkan pelayanan dan tindakan efektif terencana pada Senin–Jumat dengan jam operasional 06.00 – 21.00 Wita, dikecualikan pelayanan 24 jam.

Dia menambahkan, warga yang berstatus kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 wajib karantina mandiri selama lima hari dan dilanjutkan pemeriksaan tes RT-PCR oleh pemerintah atau karantina mandiri selama 14 hari tanpa pemeriksaan tes RT-PCR.

Ia juga berujar agar setiap warga yang meninggal di rumah dan terindikasi Covid-19, diperlukan pemeriksaan tes RT-Antigen paling lambat tiga jam setelah meninggal, untuk memastikan pemulasaran dan pemakamannya serta tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Lalu, kegiatan baik tertutup maupun terbuka dalam rangka merayakan pergantian tahun baru tidak diperkenankan. Lokasi wisata seperti pantai tetap dibuka namun wajib menerapkan PeduliLindungi. "Sanksi bisa berupa denda Rp 100 ribu atau kerja sosial bagi yang tidak disiplin menggunakan masker," imbuhnya. (lil/ndu/k15)