SURABAYA – Perubahan gaya hidup masyarakat selama pandemi turut memengaruhi industri penyedia teknologi. Untuk kembali tumbuh, salah satu strateginya adalah menciptakan kedekatan dengan komunitas-komunitas.

Manager Corporate Communications & Brand Management PT Robert Bosch Shinta Maryke mengatakan, di Surabaya, pihaknya telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam penyediaan kebutuhan alat-alat teknologi dan inovasi. Ke depan, perusahaan itu akan menggandeng lebih banyak kampus, bahkan SMK, untuk menawarkan berbagai solusi.

Shinta mencontohkan, dengan SMK, perseroan dapat menawarkan miniatur pabrik atau miniatur proses produksi. Alat tersebut dapat menjadi sarana pelatihan siswa yang nantinya akan terjun ke dunia industri 4.0. “Jadi tidak perlu langsung datang ke pabriknya, tetapi di sekolah mereka bisa merasakan proses produksi di pabrik itu seperti apa,” ujarnya di sela pembukan Bosch Branch Office, Experiential and Innovation Center Surabaya, (10/12)

Bosch juga menguatkan kedekatan dengan komunitas-komunitas lain. Misalnya, penggemar otomotif, pegiat startup, pelaku usaha kerajinan, akademisi, serta perkumpulan-perkumpulan lain yang berbasis gaya hidup. Salah satu hal yang dilakukan adalah menggelar diskusi-diskusi teknologi, menggelar pertemuan, serta membuka kembali co-working space untuk komunitas tersebut di kantor Bosch.

“Rata-rata kunjungan mereka per bulan itu 100-200 orang pada saat sebelum pandemi. Jadi tahun 2019 itu dalam setahun tercatat ada lebih dari 1.000 kunjungan di kantor kami,” kata Relationship Officer Bosch Experiential & Innovation Center Surabaya Nur Kholifah. Strategi itu diharapkan dapat membantu mendongkrak penjualan produk perseroan yang tahun lalu turun 20 persen secara year-on-year (yoy). (rin/dio)