NYON – Di Liga Champions musim ini, Manchester City, Liverpool FC, Manchester United, dan juara bertahan Chelsea sukses melenggang ke babak 16 besar. Itu membuat Premier League sebagai liga elite Eropa dengan wakil terbanyak di fase knockout.

Konfigurasi yang tidak terlihat di ajang Liga Europa musim ini. West Ham United menjadi satu-satunya klub Premier League tersisa di fase knockout seiring kegagalan Leicester City. Juara Piala FA musim lalu itu tereliminasi setelah keok 2-3 di kandang SSC Napoli (10/12).

Padahal, Leicester mengawali laga di Stadio Diego Maradona sebagai pemuncak klasemen dan hanya butuh hasil seri. Di klasemen akhir grup C, The Foxes (8 poin) harus puas finis di bawah Spartak Moskva dan Napoli (sama-sama 10 poin).

Seiring finis ketiga, tim asuhan Brendan Rodgers tidak otomatis mengakhiri kiprah di kompetisi antarklub Eropa musim ini. The Foxes bakal melanjutkan sepak terjang dalam kompetisi kasta ketiga yang baru digulirkan musim ini, Liga Konferensi Europa.

Jamie Vardy dkk bakal menghadapi satu di antara delapan runner-up fase grup dalam playoff fase knockout atau memperebutkan tiket ke 16 besar. Liga Konferensi Europa musim ini diikuti klub seperti AS Roma dan Tottenham Hotspur. AS Roma sudah lolos ke fase knockout, sedangkan Spurs masih harus menunggu laga tunda melawan Stade Rennais terealisasi. Laga pemungkas di grup G itu urung dihelat kemarin (10/12) lantaran serangan Covid-19 di skuad Spurs. Total ada 13 pemain yang terpapar.

Menanggapi turun kasta ke Liga Konferensi Europa, Rodgers justru mengaku tidak paham, apalagi mengikuti perkembangannya. ”Tanpa bermaksud melecehkan, aku segera mencari tahu tentang itu (Liga Konferensi Europa, Red),” ucapnya kepada Daily Mail.

Rodgers pun menyayangkan kegagalan timnya. Terlebih, kemarin The Foxes menurunkan komposisi terbaik di kandang Napoli. ”Kami tidak pantas kalah dan terlempar dari sini (Liga Europa, Red),” kata gelandang serang Leicester City James Maddison di laman resmi klub. (io/c19/dns)