SAMARINDA - Seorang warga Vietnam terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie karena menderita positif Covid-19 bergejala. Pasien ini merupakan satu dari 20 ABK kapal dari negara Vietnam yang ke Samarinda untuk memuat batubara.

Demikian hal ini disampaikan Kepala KKP Kelas II Samarinda Solihin dihubungi Prokal.co, pada Kamis (9/12/2021).

Solihin menjelaskan dengan ditemukannya 20 ABK yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan hal positif bagi petugas agar bisa melakukan pencegahan sedini mungkin penyebaran pandemi covid-19.

"Ini hal yang positif bagi kami agar seluruh Satgas Covid-19 terus melakukan pengendalian pandemi dari kami, kepolisian dan rumah sakit serta Dinas Kesehatan Kota Samarinda maupun Provinsi," jelasnya.

Saat ini, 19 ABK kapal dari Vietnam melakukan karantina. Mereka akan ditetapkan sembuh dari Covid-19 bila sudah menjalani isolasi selama 10 hari tanpa gejala.

"Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kami, bila ada yang positif Covid-19 wajib menjalani karantina selama 10 hari. Bila hasil PCR dinyatakan negatif dan tanpa gejala, maka mereka bisa dinyatakan sembuh," jelas Solihin.

Sebelumnya, Kapal Motor Vessel (MV) berbendera Vietnam dari Vietnam dengan tujuan Samarinda, harus lepas jangkar di perairan Muara Berau dikarenakan 20 dari 22 ABK di atas kapal dinyatakan positif COVID-19 melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Dengan hasil PCR itu, kesemua ABK dilarang untuk turun dari kapal dan harus menjalani isolasi di atas kapal, di bawah pengawasan keagenan kapal, yang bertanggungjawab atas pelayaran kapal itu. (myn)