BALIKPAPAN-Meski pariwisata sempat anjlok sebagai imbas penerapan PPKM, tidak membuat retribusi dari sektor ini di Kota Minyak menurun, khususnya dibanding tahun lalu.

Tercatat hingga Desember ini, retribusi pendapatan dari sektor pariwisata mencapai Rp 2,5 miliar. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan Doortje Marpaung mengatakan, realisasi Rp 2,5 miliar tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu, hanya mencapai Rp 1,9 miliar. Sekarang sudah Rp 2,5 miliar. Padahal tahun ini PPKM berlaku, dan pariwisata sempat tutup,” katanya. Ia menyampaikan puncak pendapat tertinggi terjadi setelah PPKM Level 2 atau baru-baru ini. Pada Mei lalu juga menjadi masa puncak untuk pariwisata.

“Baru-baru ini juga okupansi hotel sedang penuh. Artinya yang datang ke Balikpapan ini meningkat,” katanya. Kendati demikian, realisasi tersebut masih di bawah target sebelum perubahan, yakni Rp 4,6 miliar. Namun, jika mengacu target perubahan sudah melampaui. Adapun target perubahan sebesar Rp 1,5 miliar.

Dia mengatakan, Pantai Segara Sari Manggar masih menjadi sumber terbesar dari sektor pariwisata di Kota Balikpapan dibanding dari pengelolaan dua gedung olahraga dan kesenian. “Untuk itu dengan segala keterbatasan, pantai ini akan terus kami kembangkan. Mulai balai wisata rusa, dan penambahan toilet,” bebernya.

Apalagi, sambungnya, sebelumnya imbas PPKM, pariwisata sempat tutup. Dan aktivitas keramaian di tempat umum ditiadakan. Pihaknya bersyukur dicabutnya PPKM Level 4 membuat aktivitas dunia pariwisata bisa kembali berjalan.

“Tetap sesuai protokol kesehatan. Kami berharap kondisi ini atau level PPKM tidak naik lagi. Harapan kami ya PPKM segera usai,” tutupnya. (aji/ms/k15)