NAPLES – Meraih kesuksesan seperti era Diego Armando Maradona. Itulah spirit yang diharapkan oleh Presiden SSC Napoli Aurelio De Laurentiis (ADL) saat mengubah nama stadion klub dari Stadio San Paolo menjadi Stadio Diego Armando Maradona setahun lalu (4/12/2020).

 ”Kesuksesan Diego (Maradona) akan kembali ke sini,” ucap ADL kala itu di laman resmi klub. Bersama El Pibe de Oro –julukan Maradona, Napoli bisa memenangi Piala UEFA 1988–1989. Trofi juara level Eropa yang terakhir dimenangi oleh klub berjuluk Partenopei tersebut.

 Di ajang yang kini sudah berganti nama Liga Europa itulah Napoli jalani musim ini. Sialnya, situasi Partenopei sedang sulit. Lorenzo Insigne dkk harus memperebutkan tiket ke fase knockout sampai matchday pemungkas Grup C dini hari nanti (9/12). Meski main kandang, lawan Napoli adalah pemuncak klasemen sementara Leicester City (siaran langsung beIN Sport 1/Vidio pukul 01.45 Wita).

 Saat membutuhkan dukungan, animo fans Napoli malah menurun. Seperti dilaporkan Calcionapoli, Napoletani –sebutan fans Napoli—yang membeli tiket hanya 11 ribu lembar. Hanya seperlima dari kapasitas Stadio Diego Maradona.

”Napoli tetaplah klub papan atas, klub yang besar. Saya berharap mereka bisa lolos dari fase grup (Liga Europa),’’ harap mantan kiper timnas Italia Dino Zoff yang pernah menjadi pemain Napoli periode 1967–1972 kepada Radio Amore Campania kemarin (8/12).

 Limbungnya performa skuat asuhan Luciano Spalletti dalam dua pertandingan terakhir di Serie A adalah alasan menurunnya dukungan Napoletani. Masing-masing seri 2-2 lawan US Sassuolo (2/12) lalu keok 2-3 oleh Atalanta BC (5/12) sehingga kehilangan predikat Capolista.

 Il capitano sekaligus wide attacker Napoli Lorenzo Insigne mengungkapkan bahwa naik turun sebuah tim tidak bisa dihindari. Tapi, Insigne menjanjikan bahwa Partenopei akan kembali ke performa terbaik dini hari nanti. ”Kami masih bisa menari-nari lagi di sini (Naples) seperti sepuluh hari yang lalu,” tuturnya kepada Tuttomercatoweb. Sepuluh hari yang dimaksud Insigne adalah ketika klub asal Naples tersebut sukses melibas SS Lazio empat gol tanpa balas di kandang (29/11).

 Terpisah, Leicester City datang ke Naples dengan motivasi tinggi. Kepada BBC Sport, tactician Brendan Rodgers menyatakan bahwa The Foxes –julukan Leicester City – juga ingin berprestasi di ajang Eropa. Selama ini, komposisi pemain yang diturunkan Rodgers di ajang Eropa dianggap bukan opsi terkuat. Salah satunya menyimpan bomber Jamie Vardy.

 Rodgers beralasan bahwa Vardy yang sudah berusia 34 tahun perlu menjaga kondisi fisiknya. Bermain di ajang domestik dan Eropa dalam sepekan dianggap kurang ideal untuk stamina Vardy. Tapi, pemilik julukan King Vardy itu siap tampil habis-habisan dalam laga penting klubnya dini hari nanti. ”Kalau Brendan (Rodgers) memilihku (sebagai starter, Red), maka aku akan siap seratus persen,’” kata Vardy kepada Leicester Mercury.(ren/dns/jpg/tom/k15)