Oprit atau jalan pendekat menuju bentang tengah flyover Juanda mengalami retakan sejak beberapa bulan lalu. Imbasnya badan jalan mengalami penurunan. Pengguna jalan terkadang cemas kala melintas.

 

SAMARINDA–Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut sudah meminta tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda pada Minggu (5/12), mengkaji secara teknis keretakan dan penurun oprit flyover.

Agar dapat ditangani sementara, minimal pengendara bisa nyaman melintas. “Kami sudah meminta agar tim dinas terkait bisa melakukan penanganan sementara untuk jangka panjang,” pria yang akrab disapa AH itu, Selasa (7/12).

Kepala Dinas PUPR Samarinda Hero Mardanus Satyawan menerangkan, pihaknya sudah menurunkan tim teknis baik dari OPD serta konsultan yang sebelumnya mengawasi pembangunan flyover. Bahwa memang dari kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tanah uruk yang menyangga oprit awam mengalami penurunan. “Tanahnya tidak stabil, perlu waktu sekitar10 tahun untuk tidak bergerak lagi,” ucapnya.

Namun, pihaknya memastikan bahwa keretakan dan penurunan oprit tidak mengganggu struktur utama atau penyangga bentang tengah. “Struktur flyover masih aman, ketika ada penurunan perbaikan hanya penebalan aspal,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk penanganan sementara dialokasikan melalui anggaran tanggap darurat, sedangkan perawatan rutin tahunan tidak ada. Namun, ke depan akan dibuatkan program terpisah, termasuk beberapa jembatan lainnya. “Sementara yang rutin dianggarkan itu Jembatan Achmad Amins. Tahun depan flyover akan diakomodasi,” ujarnya.

Lebih rinci soal penanganan, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Samarinda Budi Santoso menerangkan, pihaknya sudah meminta kontraktor untuk mengaspal patahan di badan jalan flyover. Khususnya pertemuan antara oprit dengan struktur utama jembatan. “Sudah dikerjakan tadi siang (kemarin),” singkatnya.

Sementara itu, untuk memeriksa kerusakan, pihaknya berencana menurunkan tim bersama konsultan, memastikan keamanan pada konstruksi flyover. Diakuinya kajian terdahulu dari Kementerian PUPR sudah ada, menyatakan tanah oprit akan terus turun sampai stabil. “Kami akan terus waspada dan memantau demi keselamatan dan kenyamanan warga,” singkatnya. (dns/dra/k8)