SAMARINDA - Seorang nelayan atas nama Ipang 35 tahun warga Talisayan hilang usai mati mesin kapalnya di perairan Sangalaki Berau, sejak Senin (6/12/2021) sore. Peristiwa ini diketahui setelah tiga nelayan yang merupakan rekan korban Ipang kembali ke Talisayan. Mereka sudah berusaha mencari korban namun tak membuahkan hasil.

Dari keterangan sementara yang diperoleh dari rekan korban, kejadian ini bermula hari Senin pagi pukul 9.00 Wita, empat perahu nelayan berangkat pergi mencari ikan dengan cara merawai. Masing-masing perahu dibawa 1 orang dan membawa 2 rawai. Merawai sendiri merupakan metode penangkapan ikan yang dilakukan secara komersial menggunakan tali panjang yang disebut tali utama serta tali kail yang terpasang. Kemudian, sekitar pukul 11.00 wita ke emapt nelayan tiba di lokasi Perairan Sangalaki di daerah fishing ground dan langsung menebar rawai.

Lalu, pada pukul 12.00 wita perahu dibawa korban Ipang mengalami mati mesin. Ia meminta bantuan kepada 3 temannya untuk diperbaiki. Namun tidak bisa karena salah satu komponen bagian mesin rusak patah dan keterbatasan peralatan.

Hari itu sudah mulai sore sekira pukul 16.00 wita dan ketiga temannya ini meninggalkan korban untuk mengambil rawai yang sudah disebar. Setelah mengambil rawai, ketiga nelayan kembali ke posisi keberadaan korban Ipang. Namun, korban sudah tidak ada di lokasi dan berusaha di lakukan pencarian sampai malam hari.

Pada malam hari, terjadi hujan deras disertai angin kencang. Ketiga nelayan berlindung dengan cara perahu diikat di rawai sampai pagi hari Selasa (7/12/2021) pukul 07.00 wita. Saat itu, cuaca mulai reda dan dilanjutkan pencarian kembali terhadap si korban sampai dengan siang hari pukul 13.00 wita. Karena pencarian tidak membuahkan hasil kemudian ke-3 Nelayan ini pulang ke Talisayan untuk melapor ke Ketua Nelayan dan aparat terkait.

Kepala Kantor Pencarian & Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta menjelaskan saat ini pihaknya menerjunkan satu tim terdiri 5 orang hari ini Rabu (8/12/2021) untuk mencari korban. "Dan saat ini yang sudah dilokasi yaitu TNI AL Tanjung Batu dan nelayan. Untuk alat SAR yang dibawa mencari korban yaitu truck personil, RIB 9.5 meter, eralatan SAR air & Selam lengkap, alat komunikasi dan peralatan medis," jelasnya. (myn)