BALIKPAPAN-Kementerian ESDM membentuk tim siaga bencana untuk ambil bagian pada proses evakuasi dan pemulihan di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Tim siaga bencana ini, terdiri dari 19 perusahaan tambang yang beroperasi dari seluruh Indonesia. Dari Kaltim, Petrosea jadi salah satu perusahaan yang bergabung dalam tim siaga bencana Kementerian ESDM.

Koordinator Tim Tanggap Darurat PT Petrosea Jefri Adi Saputra mengatakan, tujuh personel bakal berangkat ke Lumajang untuk melakukan operasi evakuasi dan pemulihan selama kurang lebih dua minggu ke depan. "Tujuh personel ini semua punya kualifikasi masing-masing. Ada dokter, paramedis, eksternal sosial dan personel darurat," kata dia di sela persiapan menuju Lumajang, Selasa (7/12) pagi.

Tujuh personel tersebut adalah Jefri Adi Saputra (leader), Yahya Ichsan (rescuer), Tri Permadi (CSR), Dionisius (rescuer) Said Ghazali (rescuer), Andriani Sambara (dokter) dan Jhon Resin Leukona (paramedis). Pada operasi kali ini, Jefri mengaku lebih banyak membawa obat-obatan seperti obat gatal, sesak nafas hingga penanganan luka bakar. Sebab, berdasarkan informasi, untuk kebutuhan logistik sembako sudah mencukupi. "Kami akan lebih fokus ke pencarian, pengobatan dan trauma healing korban erupsi Gunung Semeru. Kami juga akan melakukan observasi dan pemetaan agar dapat memberikan bantuan yang tepat," jelas Jefri.

Deputi Director Asset Management Petrosea Hery Purwadi mengapresiasi personel tim tanggap darurat yang berangkat ke Lumajang. Dirinya berharap, tujuh personel ini mampu menjalankan tugas kemanusiaan dengan sebaik mungkin. "Ini langkah yang positif yang patut diapresiasi. Ini juga jadi bukti bahwa kami konsen terhadap kemanusiaan," kata Hery.

Di sisi lain, dia juga berpesan agar personel tim tanggap darurat tetap memerhatikan keselamatan, meski tengah dalam tugas. Dia juga berpesan agar ketujuh personel ini menjaga nama baik perusahaan serta Kaltim. "Saya sudah berpesan agar kawan-kawan fokus ke operasi penyelamatan," tegas Hery.

Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang menerjunkan tim siaga bencana untuk membantu evakuasi dan pemulihan di daerah terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan tim tersebut beranggotakan 104 personil yang terdiri dari 82 personil penyelamat, enam personel logistik, dan 16 personel medis.

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Lana Saria mengatakan telah ada 20 tim tanggap darurat dari 19 perusahaan tambang dan satu tim dari Forum Komunikasi Pemerhati Tambang Jawa Timur.

Kementerian ESDM mencatat ada 19 perusahaan dan satu tim dari Forum Komunikasi Pemerhati Tambang Jawa Timur yang menurunkan tim tanggap darurat untuk membantu pemulihan dan evakuasi pada wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru.

Tim tanggap darurat ini akan membantu pelaksanaan tindakan tanggap darurat, kebutuhan logistik, dan pemulihan kesehatan pada daerah terdampak erupsi.

Lana menjelaskan pihaknya sudah meminta ke perusahaan untuk dapat memberikan kontribusi bantuan pada daerah terdampak erupsi Gunung Semeru, yakni untuk menyiapkan tim tanggap darurat, pemberian bantuan logistik kepada korban bencana, persiapan peralatan awal dan lanjutan apabila terjadi eskalasi erupsi Gunung Semeru.

Selain itu, tim siaga bencana Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan Posko Komando Operasi Penanganan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan SAR Nasional. (hul)