SAN FRANCISCO – Boston Celtics sebetulnya masih kelelahan. Mereka baru saja menjalani pertandingan sengit di Salt Lake City, Utah. Namun, kondisi itu tidak memengaruhi performa Boston Celtics. Sebaliknya, offense mereka semakin panas dan mendominasi atas Portland Trail Blazers 145-117 di Moda Center, Portland, Oregon.

Dennis Schroder tampil dominan di babak kedua. Schroder mencetak 31 poin dan 8 assist. Superstar Celtics Jayson Tatum tidak kalah produktif dengan torehan yang sama. Yaitu, 31 poin dan 10 rebound.

Kehilangan Damian Lillard akibat cedera sangat memengaruhi daya gedor Blazers. Mereka praktis hanya bisa mengharapkan CJ McCollum, Jusuf Nurkic, dan Norman Powell untuk mendulang poin. Sayangnya, tiga pemain itu hanya berhasil mencetak total 50 poin untuk Blazers.

Celtics juga mendapatkan kontribusi dua pemain cadangannya. Yakni, Payton Pritchard dan Aaron Nesmith. Keduanya menemukan ritme menembak. Pritchard yang permainannya sedang turun kemarin berhasil menaikkan kepercayaan dirinya dengan mencetak 19 poin. Nesmith menambahkan 11 poin.

Penonton juga terhibur dengan tembakkan three-point Pritchard yang berkuliah di University of Oregon. Saking hype-nya selebrasi dari bench Celtics, mereka akhirnya terkena technical foul. Pelatih Celtics Ime Udoka pun meminta maaf kepada pelatih Blazers Chauncey Billups atas insiden tersebut. Namun, para fans yang memenuhi Moda Center sangat terhibur sekali dengan momen tersebut.

Billups sangat kecewa dengan penampilan timnya hari ini. ”Kami tidak bermain keras sama sekali dan tidak bermain defense. Kami butuh effort yang lebih di game berikutnya,” ujar Billups setelah pertandingan.

McCollum juga langsung menuju ke locker room saat pertandingan tersisa lima menit. Dia, tampaknya, mengalami cedera di bagian perutnya. Kalau McCollum juga harus beristirahat ke depannya, ini bukanlah hal baik untuk Blazers yang berjuang untuk posisi playoff.

Di laga lain, Golden State Warriors menelan kekalahan 107-112 dari San Antonio Spurs. Kekalahan itu bak lampu kuning bagi tim asuhan Steve Kerr tersebut. Betapa tidak. Untuk kali kesekian, macetnya perolehan poin Warriors dipicu melempemnya point guard Stephen Curry. Pada game yang dihelat di Chase Center, San Francisco, kemarin, pebasket 33 tahun tersebut memang mencetak 27 poin. Namun, akurasi tembakannya terbilang buruk. Di antara 28 tembakan yang dilepaskan, MVP NBA dua kali itu hanya memasukkan tujuh tembakan. Atau, hanya 25 persennya. (io/c14/bas)