JAKARTA – Sebanyak 48 nama bakal calon komisioner KPU-Bawaslu periode 2022?2027 sudah diumumkan tim seleksi (timsel). Berdasar pemetaan oleh Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), nama-nama penyelenggara pemilu mendominasi daftar lolos seleksi tahap II tersebut.

Peneliti Puskapol UI Beni Telaumba mengatakan, dari total bakal calon yang lolos, 30 nama berlatar belakang penyelenggara. Baik sebagai komisioner KPU-Bawaslu tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Untuk bakal calon komisioner KPU, jumlahnya mencapai 19 orang atau 67 persen dari total 28 nama. ’’Terbesar (berasal dari) KPU provinsi, ada sembilan orang,’’ ujarnya dalam diskusi virtual (5/12). Untuk bakal calon komisioner Bawaslu, dari 20 nama, yang berlatar belakang penyelenggara berjumlah 11 orang atau 55 persen. Sebagian besar juga berasal dari Bawaslu level provinsi.

Sementara dari aspek pendidikan, Puskapol UI mencatat 48 nama tersebut didominasi jenjang magister dan doktor. Yakni, 25 orang magister dan 15 doktor. Hal itu dinilai sebagai modal yang baik.

Meski begitu, Beni juga mendesak timsel agar lebih membuka CV para pendaftaran. Sebab, berdasar penelusurannya, masih ada 1?2 nama yang identitas penunjangnya sulit diidentifikasi. ’’Sehingga publik mampu men-tracking latar belakang,’’ imbuhnya.

Ahli kepemimpinan Universitas Indonesia yang juga mantan Komisioner KPU Valina Singka Subekti mengatakan, dominasi nama-nama berlatar belakang penyelenggara sangat lumrah. Hal itu terjadi sejak lama. Meski demikian, Valina mengingatkan timsel untuk tidak mengesampingkan bakal calon dengan latar belakang lainnya. Menurut dia, komposisi pimpinan tidak cukup hanya diisi orang yang paham teknis kepemiluan. ’’Ini memerlukan keseimbangan,’’ tegasnya.

Dari kacamatanya, penyelenggara di level pusat butuh paham hukum, politik, komunikasi, sosiologi, teknologi, dan sebagainya.

’’Memahami betapa pentingnya IT. Tidak harus ahli IT karena bisa di-hire (sewa) ahli di sana. Tapi, awareness betapa pentingnya IT,’’ tuturnya.

Untuk itu, Valina menyarankan komposisi penyelenggara harus dibuat berwarna dalam menentukan 24 nama yang diusulkan ke presiden. Karakteristik akademisi, misalnya, diperlukan untuk membangun imajinasi baru dalam menciptakan terobosan-terobosan pelaksanaan. ’’Pada 2024 nggak cukup penyelenggara berkualitas, profesional, berintegritas. Mereka harus orang punya imajinasi melakukan terobosan besar,’’ tegasnya.

Bakal calon yang lolos itu akan mengikuti seleksi tahap III yang terdiri atas tes wawancara, tes kesehatan, dan dinamika kelompok. Nanti hanya 24 nama yang terpilih di seleksi akhir. Daftar final itu diserahkan timsel kepada Presiden Joko Widodo, untuk selanjutnya menjalani fit and proper test di DPR. (far/c7/bay)

 

 

 

LATAR BELAKANG YANG LOLOS

 

Calon KPU

Penyelenggara: 19 orang

Akademisi: 4 orang

CSO: 2 orang

Lainnya: 3 orang

 

Calon Bawaslu

Penyelenggara: 11 orang

Akademisi: 6 orang

CSO: 1 orang

Lainnya: 2 orang

 

Sumber: Puskapol UI