SAMARINDA - Rektor Universitas Mulawarman Prof H Masjaya menekankan peran para alumni teknik pertambangan Unmul sangat penting dalam memberikan keahilan dan kemampuannya agar pengelolaan tambang di Kaltim bisa bermanfaat bagi masyarakat. 

"Disadari bersama Kaltim ini memiliki sumberdaya alam melimpah salah satu diantaranya terkait dengan pertambangan. Peran alumni penting khususnya teknik pertambangan dalam rangka memberikan keahlian bagaimana supaya pengelolaan menjadi bisa bermanfaat untuk masyarakat," kata Masjaya. 

Masjaya menyampaikan ini usai hadiri kegiatan Pelantikan dan Orasi Ilmiah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Teknik Pertambangan di Hotel Harris, Minggu (5/12/2021). 

Lebih lanjut, Masjaya menerangkan bahwa Kaltim yang ditunjuk menjadi Ibu Kota Negara (IKN) membutuhkan berbagai bidang profesi dan keahlian, tak terkecuali di pertambangan. Maka itu, alumni mesti turut menjaga lingkungan terjaga. 

Saat ini, Unmul, dikatakan Masjaya, fokus melakukan edukasi terhadap masyarakat di sekitar IKN agar tak terpinggirkan. Seperti, bagaimana masyarakat memiliki sertifikat tanah yang jelas dengan kesadaran hukum dan memiliki kemampuan menjadi tenaga kerja yang baik. 

Sementara itu, Ketua IKA Teknik Pertambangan Unmul, Donny Andriyana Kismat seusai resmi dilantik untuk masa bhakti 2021-2024 menjelaskan pihaknya siap sukseskan pembangunan IKN di Kaltim dalam hal ketahanan energi.

"Kaltim kini ditunjuk jadi IKN. Besar harapan kami terlibat dalam pembangunan IKN bersama-sama terutama ketahanan energi. Pembangunan besar butuh energi besar. Termasuk, kita butuh energi terbarukan," kata Donny. 

Donny menjelaskan para alumni teknik pertambangan cukup banyak menjadi akademisi dan mulai memikirkan energi terbarukan seperti gasifikasi. Namun, memerlukan teknologi tinggi. 

Sementara itu, Donny menilai tren dari aktivitas pertambangan batubara saat ini masih open pit di permukaan dan akan habis karena keterbatasan lahan dan kedalaman. Sehingga perlu diganti dengan sistem gasifikasi. Yakni melakukan pemboran batu bara untuk menjadikan gas metan.

"Gasifikasi kita lakukan pemboran sampai 100 meter dalam tanah, tidak perlu open pit merubah batubara ke gas itu jadi solusi untuk cadangan minim di permukaan," kata Donny.

Sistem gasifikasi sudah diterapkan pada beberapa wilayah seperti di Kalimantan Utara yang telah berjalan, dan beberapa daerah lain, meskipun masih dalam skala kecil. (myn)