Pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, telah mencapai sekitar 30 persen. Bendungan tersebut merupakan bagian dari pendukung kawasan ibu kota negara Indonesia yang baru.

Camat Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara Risman Abdul mengatakan, kemajuan pembangunan fisik Bendungan Sepaku-Semoi diperkirakan sudah mencapai 30 persen. Proyek pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) tersebut dipastikan terus dikerjakan dan diperkirakan rampung pada 2024.

Dia menjelaskan, pembebasan lahan tahap pertama diselesaikan dengan luas 81 hektare pada 2020. Lahan itu untuk keperluan konstruksi bendungan. sedangkan lahan untuk areal genangan dibebaskan tahun ini. ”Pembebasan lahan untuk areal genangan masuk tahap kedua yang ditargetkan selesai pada bulan ini dengan luas 297 hektare,” ujar Risman.

”Mudah-mudahan selesai tahun ini semua pembayaran lahan milik warga yang masuk proyek pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi,” tambah dia.

Pembebasan lahan Bendungan Sepaku-Semoi tahap kedua sedang diproses, lanjut dia, saat ini, tahap pengumuman hasil verifikasi lapangan dan persetujuan atas ganti rugi tanah maupun tanam tumbuh. Wilayah Kecamatan Sepaku yang masuk dalam proyek pembangunan untuk konstruksi bendungan meliputi Desa Tengin Baru dan Sukomulyo. Wilayah Desa Argomulyo terkena proyek pembangunan untuk areal genangan bendungan.

Anggaran pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi tercatat di laman resmi LPSE (layanan pengadaan secara elektronik) Kementerian PUPR lebih kurang Rp 676,726 miliar. Bendungan yang dibangun di wilayah Kecamatan Sepaku tersebut memiliki daya tampung sekitar 11,6 juta kubik dengan debit air Sungai Tengin Baru sekitar 2.400 liter per detik.

Pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi untuk mencukupi kebutuhan air bersih dan bermanfaat sebagai pengendalian banjir, serta dijadikan daerah pariwisata waduk dan konversi DAS (daerah aliran sungai) Tengin Baru. (jpc)