Dukungan pengurus cabang olahraga (cabor) terhadap Rusdianysah Aras kian solid. Memudahkan jalan Rusdi menjadi mewujudkan amanah menjadi ketua KONI Kaltim periode berikutnya.

 

SAATini sudah 48 dari 65 pengurus cabor anggota KONI Kaltim yang mendukung Rusdi. Ditambah sembilan KONI kabupaten/kota di Kaltim yang bulat mengusung namanya di musyawarah olahraga provinsi (musorprov) KONI Kaltim, April 2022 nanti.

Salah satu pembina cabor yang menyatakan dukungannya yakni Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim. Sang ketua, Said Amin, menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh Rusdiansyah Aras maju sebagai kandidat ketua KONI Kaltim periode 2022-2026.

Sebab, selain karena unsur berkesinambungan terhadap pembinaan prestasi, figur Rusdi telah dikenal luas di dunia olahraga Bumi Etam. Karena itu, pria yang juga tokoh pemuda di Kaltim tersebut menilai sangat tepat bila kepengurusan induk olahraga tertinggi di Ruhui Rahayu diteruskan oleh Rusdiansyah Aras. "Seribu persen aku dukung Rusdi, kadada (tidak ada) nama lain," tegas Said Amin kepada Kaltim Post, didampingi putra sulungnya Nabil Husain Said Amin melalui sambungan telepon.

Dia berharap seluruh pengprov di Kaltim bisa solid untuk satu suara mendukung figur yang telah sangat dikenal tersebut. Apalagi pekan olahraga nasional (PON) selanjutnya, yakni edisi ke-21 di Aceh-Sumatra Utara (Sumut), 2024 mendatang, akan dilaksanakan di dua provinsi sekaligus. Persiapan optimal pun jadi kunci kesuksesan. "Harus lebih fokus persiapan ke PON di Aceh-Sumut," sambungnya.

Said menjelaskan, selama ini KONI Kaltim telah menjalankan perannya sebagai induk olahraga dengan sangat baik. Prestasi di kancah nasional mampu selalu dipersembahkan demi mengharumkan nama daerah. Dimulai sejak daerah ini menjadi tuan rumah pada PON XVII/Kaltim 2008 silam, Benua Etam mampu meraih peringkat tiga besar se-Indonesia. Setelahnya eksis di peringkat lima besar selama dua edisi, yakni PON XVIII/2012 Riau dan PON XIX/2016 Jabar.

Pada PON XX/2021 Papua, Kaltim tetap mampu mempertahankan perolehan medali emas yang diraihnya pada PON XIX/Jabar. Kendati seluruh patriot olahraga Ruhui Rahayu dihadapkan dengan segala faktor non teknis, termasuk soal isu keamanan, para atlet tetap mampu bicara dengan mempersembahkan prestasi terbaik. "Prestasi kita harus lebih meningkat ke depan," pungkasnya. (asp/ndy)