BALIKPAPAN-Persoalan mutasi atlet selalu jadi pembahasan utama jelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Tak terkecuali jelang berlangsungnya Porprov VII Kaltim di Berau, tahun depan.

Balikpapan, selama ini jadi salah satu daerah yang selalu menyorot mekanisme mutasi atlet yang terjadi di Kaltim. Bukannya memajukan, mutasi yang selama ini dilakukan dinilai justru menyebabkan kemunduran.

Konsistensi KONI Balikpapan dalam menyoroti proses mutasi atlet mendapat apresiasi Kabid Pembinaan Hukum Olahraga KONI Kaltim HAP Iskandar. Ia tak segen menyebut Balikpapan jadi satu-satunya daerah yang sangat serius menyoroti permasalahan ini. Hal itu dia sampaikan saat memberikan sosialisasi terkait mutasi atlet, di Hotel Horison Sagita, Sabtu (4/12) pagi.

”Tadi Balikpapan meminta soal aturan mutasi ini diseriusi. Nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan di KONI Kaltim untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Bahkan, tak menutup kemungkinan, sepuluh daerah yang ada bakal dilibatkan untuk membahas persoalan mutasi atlet, yang selalu terulang.

Sekretaris Umum KONI Balikpapan Hasbi Muhammad menegaskan, mutasi atlet bukan hanya jadi persoalan Kota Beriman saja. Dia menyebut, butuh komitmen bersama untuk memperjelas proses mutasi atlet.

Memang, kata Hasbi, pada Rakerprov KONI Kaltim yang dilaksanakan baru-baru ini diputuskan batas mutasi atlet dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan Porprov. 

”Untuk itulah sosialisasi ini dilakukan, agar cabor paham aturan mainnya. Termasuk mekanisme dan syarat-syarat utama dalam proses mutasi. Begitu juga dengan sanksi dan kompensasi juga perlu diketahui bila prosedur tidak sesuai,” urai Hasbi.

Hasbi tak menampik, sosialisasi ini jadi bentuk penjagaan agar tidak semakin banyak atlet binaan Kota Beriman tak pindah ke daerah lain. Sebab, sejauh ini sudah ada tiga atlet yang dipastikan hijrah ke daerah lain.

Sejatinya, pengurus tak anti terhadap proses mutasi. Hanya, Hasbi menilai mesti ada alasan yang logis, seperti alasan pekerjaan, menikah hingga pindah domisili. Ia meminta atlet tak gampang tergiur dengan iming-iming dari daerah lain.

“Karena sekarang saja, atlet pasti menyesal pindah jika melihat anggaran yang didapat daerah lain. Sudah banyak bukti saat raker, satu daerah tersebut dinyatakan subur, tapi nyatanya kondisi hari ini masih pesimis dengan anggaran,“ bebernya.

Sejauh ini, Hasbi menyebut sudah ada tiga atlet dari panjat tebing yang resmi ke luar dari Ballikpapan. Mereka adalah Nova Bina Wardhani, Novi Cahya Wardani dan Jamal Al Hadad.

“Pasti ada potensi emas yang hilang. Sebab selama ini mereka memang diandalkan di cabor panjat tebing. Tapi kami tetap optimistis atlet lain bisa tampil bagus pada Porprov nanti,” ujarnya optimistis. (hul)