PARIS – Mengawali kickoff dengan memamerkan trofi Ballon d’Or hingga dukungan langsung dari juara dunia MotoGP kelahiran Nice, Fabio Quartararo, Lionel Messi tampil melempem melawan OGC Nice (2/12). Tak satu pun dari enam tembakan Messi berbuah gol untuk Paris Saint-Germain.

Hasil seri tanpa gol di Parc des Princes itu memang tidak memengaruhi posisi PSG di puncak klasemen Ligue 1. Les Parisiens memimpin 12 poin (41-29) meski memainkan satu laga lebih banyak ketimbang peringkat kedua Olympique de Marseille (16-15).

Hanya, kegagalan Messi merayakan kemenangan Ballon’Or dengan kemenangan bersama PSG lumayan mengecewakan fans. Untuk pemain yang sudah melakoni delapan laga, torehan gol Messi yang masih satu juga mengundang pertanyaan. Statistik mencatat bahwa sebiji gol La Pulga membutuhkan sampai 30 tembakan.

”Bagiku, Ballon d’Or sudah menjelaskan siapa dia (Messi, Red). Artinya, itu adalah salahku (ketika Messi tidak mencetak gol meski melepaskan banyak tembakan, Red),” bela entraineur PSG Mauricio Pochettino seperti dilansir L'Equipe.

Kontribusi gol minim Messi di PSG seolah bertolak belakang dengan Karim Benzema yang notabene hanya peringkat keempat di Ballon d’Or 2021. Musim ini, Coco –sapaan akrab Benzema—telah mencetak 12 gol dari 14 penampilan di La Liga. Termasuk gol penentu kemenangan 1-0 Real Madrid atas Athletic Bilbao kemarin. Kemenangan yang mengokohkan posisi Real di puncak klasemen La Liga musim ini.

Benzema yang tahun ini sudah mengoleksi 35 gol berpeluang memecahkan rekor gol terbanyaknya dalam satu kalender tahun. Sebab, striker 33 tahun itu sudah menyamai rekornya pada 2019. ”Tidak diragukan lagi, dia (Benzema, Red) adalah bintang La Liga saat ini (setelah kepergian Messi akhir musim lalu, Red),” tulis Marca. (io/dns)