LONDON – Premier League 2021–2022 belum sampai separo perjalanan. Tetapi, siapa kandidat juara mulai terpampang di papan atas klasemen sementara. Yaitu, persaingan tiga kuda pacu (three horse race) yang melibatkan Chelsea, Manchester City, dan Liverpool FC. Mereka menempati tiga besar dengan selisih poin rapat, yakni Chelsea 33 poin, City 32 poin, dan LFC 31 poin.

Dalam matchweek ke-14 (2/12), ketiga tim sama-sama sukses memetik kemenangan di kandang lawan. Chelsea mengalahkan Watford FC 2-1 di Vicarage Road dan skor serupa ditorehkan City untuk memberikan kekalahan pertama bagi pelatih baru Aston Villa Steven Gerrard di Villa Park.

LFC yang menjalani derbi Merseyside ke-239 di Goodison Park, kandang Everton, juga tidak mengalami kesulitan berarti. The Reds menghancurkan The Toffees dengan skor telak 4-1. ”Mereka (LFC) seperti berada di planet lain. Tetapi, dua lainnya (Chelsea dan City, Red) juga dalam tren positif sejauh ini,” kata Thierry Henry saat menjadi pandit dalam Amazon Prime.

Peraih terbanyak Premier League Golden Boot (4 kali) itu terkesan dengan gaya menyerang LFC yang selalu mencetak 4 gol dalam tiga laga terakhir. Seiring menorehkan 43 gol dalam 14 laga, berarti skuad Juergen Klopp rata-rata membobol gawang lawan tiga kali dalam setiap laga. ”Intensitas permainan mereka mengagumkan,” ucap mantan striker Arsenal tersebut.

Kepada Sky Sports, Klopp menyebut performa anak asuhnya saat mengalahkan Everton menjadi penilaian tersendiri. ”Tim ini seperti sudah menunjukkan standar permainan yang harus kami raih di setiap pertandingan dalam kompetisi ini,” ucapnya.

Senada dengan Klopp, tactician Chelsea Thomas Tuchel menyebut bahwa standar permainan timnya di Vicarage Road tidak seperti biasa. Artinya, The Blues menang bukan dengan performa bagus. ”Untuk kali pertama saya dapat merasakan kemenangan yang berbau keberuntungan,” tutur Tuchel kepada Evening Standard.

Three horse race di Premier League boleh dibilang jarang terjadi. Yang unik, kali terakhir terjadi juga melibatkan Chelsea, City, dan LFC. Yaitu, pada musim 2013–2014. Itu pun baru terjadi pada matchweek ke-28 ketika Chelsea menorehkan 63 poin, City 61 poin, dan LFC 59 poin.

”Sejauh yang aku tahu, pacuan tiga besar musim ini adalah yang terbaik di Premier League,” kata pandit BT Sport sekaligus mantan striker LFC Michael Owen.

Pep Guardiola, pelatih City, sangat bersemangat menyambut persaingan juara musim ini. Dalam lima musim sebelumnya di Premier League, Pep lebih sering merasakan persaingan juara antara dua klub. ”Aku rasa ini akan jadi musim dengan persaingan (juara) yang paling panjang,” klaim pelatih yang merasakan kemenangan ke-150 di Premier League kemarin itu.

Kalau juara ditentukan berdasar pertemuan tiga tim sejauh ini, Pep bakal tersenyum karena City pernah mengalahkan Chelsea 1-0 di Stamford Bridge (25/9). Lalu, menahan seri 2-2 LFC di Anfield (4/10). Di sisi lain, LFC dan Chelsea berbagi skor 1-1 di Anfield (29/8). (ren/c17/dns)