Wisata di utara Kota Beriman ini kian hari makin berbenah. Sejumlah fasilitas baru sudah tersedia untuk menyambut pengunjung, misalnya di Bamboe Wanadesa, salah satu destinasi ekowisata. Dalam sepekan, bisa dikunjungi ribuan orang.

 

Berlokasi di Jalan Giri Rejo Kilometer 15 Balikpapan, Ekowisata Bamboe Wanadesa beroperasional sekitar enam bulan terakhir. Awal dibuka untuk umum setelah Lebaran tahun ini. Namun, sempat tutup kala Balikpapan masuk PPKM Level 4 beberapa waktu lalu. Momen tutup ini dimanfaatkan pengelola untuk pembenahan.

Ketua Ekowisata Bamboe Wanadesa Murdiyanto menuturkan, pihaknya telah membangun beberapa fasilitas baru agar pengunjung semakin betah. Di antaranya gazebo kecil sebanyak delapan unit, gazebo besar dua, dan spot foto berbentuk perahu serta gapura.

Tidak kalah penting menyediakan fasilitas toilet. “Semua fasilitas ini dibangun oleh Kelompok Tani Hutan Mitra Bersama,” ucapnya. Anggota kelompok tani hutan merupakan warga sekitar gabungan dari empat RT. Namun, yang fokus mengelola wisata bambu, yakni RT 26 Kelurahan Karang Joang.

Sedangkan RT lainnya memiliki tugas yang berbeda. Murdy bercerita, kini jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Terutama setelah beroperasional kembali, ketika Balikpapan sudah berstatus PPKM Level 2. Tercatat, ribuan orang per pekan datang ke Bamboe Wanadesa.

“Pernah mencapai sekitar 3.000 orang per pekan. Operasional setiap hari, tapi yang paling tinggi tentu Sabtu dan Minggu,” sebutnya. Tak ingin berpuas, pengelola sudah memiliki berbagai rencana ke depan. Paling dekat membuat camping ground dan pendopo sebesar 12x16 meter ditargetkan rampung pada akhir tahun.

Dia menjelaskan, area camping ground seluas 100 meter persegi. Letaknya di sebelah kiri sekitar 10 meter dari pintu masuk. Adanya camping ground dan pendopo bisa memudahkan wisatawan yang ingin melakukan gathering. Murdy menuturkan, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sudah berkunjung ke Bamboe Wanadesa.

Saat itu, orang nomor satu di Balikpapan ini datang untuk keperluan shooting Dinas Lingkungan Hidup. Pengelola sempat bertemu dan mengobrol dengan wali kota. “Insyaallah beliau akan support pelebaran jalan atau trek di wisata Bamboe,” ujarnya.

Sekarang ini hanya terdapat jalan semen selebar 1 meter. Apabila ada bantuan, pengelola ingin melebarkan jalan agar pengunjung semakin nyaman. “Pengelola diminta bisa mengajukan proposal kepada pemerintah kota untuk membangun jalan dari paving,” bebernya.

Sedangkan untuk tarif, sementara ini pengunjung yang datang hanya memberi dana bantuan bersifat donasi. Pihaknya masih dalam proses mengurus tarif resmi melalui pengajuan ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata lewat kelompok sadar wisata (pokdarwis).

“Karena sifatnya swadaya, kalau bisa menutupi operasional, alhamdulillah. Tapi, yang penting kita bangun sedikit demi sedikit sambil berbenah,” pungkasnya. Bagi wisatawan yang ingin mencari informasi tentang Ekowisata Bamboe Wanadesa bisa kunjungi akun Instagram @bambu_ndeso. (gel/ms/k15)