Kerusakan jalan trans Kalimantan, poros Kubar-Samarinda tiada hentinya jadi sorotan. Kondisinya kini semakin parah. Perjalanan di jalur biasanya hanya ditempuh 4–5 jam, tapi sekarang 10 jam.

 

SENDAWAR–Bupati Kubar FX Yapan mengaku prihatin dengan kondisi jalan Trans Kalimantan. Akses utama ke ibu kota Provinsi Kaltim ini semakin parah. Ini tidak saja menjadi hambatan mobilitas masyarakat, tapi juga berdampak kepada angkutan logistik, termasuk sembako.

“Memang kalau ke Kubar hanya ditempuh 3 jam, tapi kalau ke Sendawar (ibu kota Kubar) benar selama 10 jam,” kata Bupati FX Yapan dengan nada bercanda kepada Ata Sumitra dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim.

Ata Sumitra pun mengakui lewat darat dari Samarinda ke Sendawar ditempuh dengan 10 jam. Ata Sumitra ke Kubar sebagai narasumber rakor Petinggi dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) se-Kubar.

Bupati melanjutkan, kenapa ke Kubar disebut hanya tiga jam? Karena jarak Samarinda ke batas Kubar cukup dekat. Yakni, tugu batas Kubar dengan Kukar ada di antara Desa Perian dan Kampung Muara Gusik, Kecamatan Bongan, Kubar. “Dekat, makanya 3 jam,” kata Bupati disambut tawa peserta rakor.

Kecuali ke Sendawar, kata dia, memang jauh dan betul memakan waktu 10 jam karena kondisi jalan rusak. Sementara itu, Ketua DPRD Kubar Ridwai mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim, akhir Oktober 2021.

Menurut dia, kunjungan kerja itu dalam rangka menyampaikan keluhan masyarakat, mempertanyakan sekaligus mendorong adanya perbaikan akses jalan tersebut. “Kita ketahui jalan dari simpang Kalteng sampai ke Tenggarong, statusnya jalan nasional. Paling parah kerusakannya di wilayah tanggung jawab APBN. Jadi, itu yang kami pertanyakan ke mereka," kata Ridwai.

Dari hasil kunjungan kerja tersebut, DPUPR Kaltim akan melakukan perbaikan sekaligus meningkatkan grade jalan pada 2022. Sebab, jika dilakukan perbaikan tahun ini kondisinya akan tetap sama karena grade jalan trans Kaltim yang masih rendah.

“Penjelasan itu sekarang tapi kalau grade-nya masih rendah, ya paling sebentar habis itu dilewati kendaraan-kendaraan besar seperti alat berat, pasti rusak lagi. Jadi penjelasan mereka (DPUPR Kaltim) seperti itu, bahwa tahun 2022 nanti ada proyek besar masuk di jalan trans Kalimantan,” katanya.

Bahwa kelas dan grade jalan trans Kaltim, khususnya yang menghubungkan Kukar-Kubar selama ini hanya berada di kelas II dengan status grade B. “Sebab itu, seharusnya status grade jalan tersebut bisa ditingkatkan menjadi grade A, layaknya jalan antara Samarinda-Balikpapan,” katanya. Dia berharap, jawaban DPUPR Kaltim bisa terealisasi tahun 2022 guna menjawab keluhan masyarakat selama ini. (rud/kri/k8)