SAMARINDA - Kaltim pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen atau terjadi perubahan indeks harga konsumen (IHK) dari 105,22 pada Oktober 2021, menjadi 105,40 pada November 2021. Adapun inflasi tahun kalender pada November 2021 sebesar 1,45 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,71 persen.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Wembri Suska mengatakan, pada November 2021 dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01 persen dan terendah terjadi di Bima dan Pontianak, yakni sebesar 0,02 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,53 persen dan terendah terjadi di Tual sebesar 0,16 persen. “Di Kaltim pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender 1,45 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 1,71 persen,” jelasnya dalam rilis secara daring, Rabu (1/12).

Menurutnya, inflasi November terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh beberapa indeks kelompok pengeluaran. Yaitu transportasi sebesar 1,30 persen; diikuti perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,44 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen; rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,16 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,11 persen, dan kesehatan sebesar 0,05 persen.

Sedangkan kelompok yang menunjukkan penurunan, yaitu pakaian dan alas kaki sebesar 0,42 persen, diikuti makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,12 persen, dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Untuk kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran cenderung stabil dibanding bulan sebelumnya.

Jika dirinci menurut kota, pada November 2021, Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan IHK 105,74. Untuk Balikpapan mengalami inflasi 0,27 persen dengan IHK sebesar 104,96. Pada November 2021 inflasi tahun kalender Samarinda sebesar 1,39 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,63 persen. Sedangkan Inflasi tahun kalender untuk Balikpapan pada November 2021 sebesar 1,55 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,80 persen.

Terpisah, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, meski mengalami peningkatan, inflasi Kaltim masih berada di rentang yang rendah dan stabil. Jika batas inflasi harus di bawah 3±1 persen, Kaltim selalu berhasil di bawah 1 persen. Kalau pun meningkat pada momen tertentu tak pernah lebih dari 2 persen. Sehingga selalu aman.

“Tapi, kami terus pantau ketersediaan stok pangan. Sehingga tidak terjadi peningkatan harga yang nantinya bisa membawa inflasi Kaltim lebih tinggi. Utamanya, pada akhir tahun seiring bertepatannya hari besar keagamaan nasional,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)