KEPERGIAN Antonio Conte dari Inter Milan pada akhir musim lalu membuat Serie A menyisakan Gian Piero Gasperini bersama Atalanta BC sebagai penganut skema tiga bek terbaik. Sejak menangani Atalanta BC pada musim 2016–2017, Gasperini menaikkan level La Dea dari klub medioker ke langganan papan atas Serie A.

Hanya musim 2017–2018 yang diakhiri Atalanta BC di luar empat besar, yakni posisi ketujuh. Malah dalam tiga musim terakhir Gasperini membawa Rafael Toloi dkk selalu finis ketiga.

Musim ini, Atalanta BC juga relatif konsisten dengan menempati peringkat keempat hingga giornata ke-15. Kemarin (1/12) La Dea sukses menggulung Venezia FC empat gol tanpa balas di Gewiss Stadium. Streak kemenangan keempat La Dea setelah mengungguli Cagliari Calcio, Spezia Calcio, dan Juventus.

Kemenangan yang spesial bagi Gasperini karena bersamaan dengan diumumkannya perpanjangan kontrak pria 63 tahun tersebut. Gasperini meneken ekstensi selama dua tahun atau hingga Juni 2024 plus opsi perpanjangan setahun lagi.

Gasperson –julukan Gian Piero Gasperini– bakal menerima kenaikan gaji menjadi EUR 3,5 juta (Rp 57 miliar) per musim. Angka yang masih di bawah Jose Mourinho (AS Roma) dan Massimiliano Allegri (Juventus) dengan sama-sama EUR 7 juta (Rp 114 miliar) per musim lalu Simone Inzaghi (Inter Milan/EUR 4 juta atau Rp 65 miliar) per musim.

”Sebenarnya kami sudah sepakat (perpanjangan kontrak untuk Gasperini, Red) pada awal musim ini. Hanya, finalisasi di atas kertas baru tuntas hari ini (kemarin, Red)’’ papar Presiden Atalanta BC Luca Percassi kepada Sky Italia.

Meski tidak secara gamblang, Percassi memiliki harapan kepada Gasperini untuk menaikkan level Atalanta BC lagi. Yaitu, target untuk meraih scudetto kali pertama bagi klub asal Bergamo tersebut. (io/c17/dns)