BALIKPAPAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan bertekad untuk membantu pemerintah melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM). Sebagai bentuk persiapan menyambut pemindahan ibu kota negara (IKN) baru di Kaltim. Yakni dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada anggota, pengusaha maupun pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM).

Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat menuturkan, dampak dari IKN, pada Kawasan Industri Kariangau akan dibangun smelter. Di tengah industri lain, termasuk Kutai Refinery Nusantara (KRN) yang akan membangun refinery terbesar di dunia, B30 menjadi B100. Banyak investor antusias dan memberikan respons positif atas perpindahan IKN tersebut.

“Kami telah bertemu para investor, maupun para dubes. Mereka mensimulasikan perpindahan IKN. Di mana tidak hanya menyiapkan kantor tapi perwakilan mereka. Itu bisa menjadi peluang bagi pengusaha dan masyarakat lokal,” ucap Yaser.

Di samping itu, dia turut mengamati isu hangat di kalangan pengusaha terkait indikasi bank sentral Amerika Serikat atau lebih dikenal Federal Reserve (The Fed) yang akan menormalisasi kebijakan moneternya lebih cepat.

Tapering/pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) yang sudah dimulai sejak bulan November dan akan menaikkan suku bunga lebih awal guna meredam kenaikan inflasi yang berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Di mana, pelaku pasar kini melihat ada probabilitas sebesar 80 persen, The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juni 2022, lebih cepat dari sebelumnya semester II 2022. Hal tersebut terlihat dari perangkat FedWatch milik CME Group, di mana ada probabilitas sebesar 19,5 persen saja The Fed mempertahankan suku bunga di 0 sampai 0,25 persen.

Sementara, probabilitas menaikkan suku bunga lebih dari 80 persen yang dibagi menjadi beberapa basis poin kenaikan. “Tapering yang diberlakukan oleh Amerika akan memengaruhi utang Indonesia. Kalau sampai tapering terus berlaku investor akan lari ke Amerika,” ujarnya.

Isu terkait krisis energi baik unsur pembangkit, batu bara, sawit, minyak yang mengalami kenaikan menurutnya dapat memicu inflasi tahun depan. Tapi diharapkan itu tidak terjadi. Sehingga, ia meminta pemerintah mampu berperan sebagai penjembatan agar IKN benar-benar bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat lokal di Kaltim, khususnya Balikpapan.

“Lalu, apa yang harus dilakukan para pengusaha? Mereka perlu menjaga produktivitas dan efektivitas, kami harap hadirnya pemerintah yang pro terhadap pengusaha lokal. Dan yang dibutuhkan saat ini active income, bukan passive income. Artinya uang boleh masuk tapi tidak boleh keluar, berputar di dalam sehingga membantu PAD dan pembangunan infrastruktur daerah,” beber Yaser. (lil/ndu/k15)