SAMARINDA–Tahap uji kompetensi bagi pegawai tidak tetap (PTT) bidang administrasi di lingkungan Pemkot Samarinda khusus penyandang disabilitas, berjalan lancar, Selasa (30/11).

Ujian diikuti 14 penyandang disabilitas bersama 63 orang yang sebelumnya berhalangan saat ujian Kamis–Minggu (18–28/11) lalu. Sementara itu, ada satu pegawai yang masih berhalangan hadir lantaran izin melahirkan.

Kabid Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPPD) Samarinda Fajriansyah menuturkan, gelaran ujian yang diadakan di kantornya berjalan lancar. Peserta terbagi dalam empat sesi, setiap sesi diikuti 20 pegawai. “Lancar tanpa kendala berarti,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Fajri menerangkan, terhadap hasil ujian akan dirapatkan bersama panitia seleksi di tingkat BKPPD, dan disampaikan ke wali kota untuk kebijakan selanjutnya. Namun, dia belum bisa memastikan jadwal rapat panitia, mengingat plt kepala BKPPD tengah menjalani dinas luar daerah. “Nanti diinformasikan lagi. Termasuk jadwal susulan pegawai yang izin melahirkan juga akan dibahas di rapat tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, gelaran uji kompetensi bagi pegawai tidak tetap (PTT) baik berstatus pegawai tidak tetap bulanan (PTTB) maupun pegawai tidak tetap harian (PTTH) selama delapan hari dinyatakan rampung, Minggu (28/11). Sebanyak 2.351 orang mengikuti ujian diadakan dengan sistem komputer itu, tercatat 64 orang tidak hadir dengan berbagai alasan.

Kasubid Pengembangan Kompetensi, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKKPD) Samarinda Nurlina menerangkan, secara umum pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala. Meski sempat terjadi gangguan sistem, yang membuat pelaksanaan ujian molor 30 menit. “Kejadian hari ini (kemarin). Tetapi setelah sistem normal, ujian dilanjutkan,” ucapnya, Minggu (28/11).

Dari total 2.380 orang yang diwajibkan mengikuti uji kompetensi, sebanyak 64 orang tidak hadir. Ada yang beralasan sakit hingga melahirkan, namun tidak satu pun izin dengan lantaran terkonfirmasi Covid-19. “Mereka akan mengikuti ujian susulan bersama PTT administrasi penyandang disabilitas Selasa mendatang. Semoga kesempatan itu bisa dimaksimalkan,” ungkapnya.

Kabid Pengembangan Aparatur BKPPD Samarinda Fajriansyah menerangkan, hasil ujian tidak diumumkan ke publik, namun dilaporkan ke Wali Kota Samarinda Andi Harun. Pihaknya sebatas melaksanakan. “Pada sistem selepas ujian berakhir peserta bisa melihat hasil ujian. Tetapi tidak diumumkan layaknya tes CPNS,” tutupnya. (dns/dra/k8)