SAMARINDA - Bank Indonesia memprediksi ekonomi Kaltim bisa tumbuh 3,51-4,25 persen pada 2022. Sedangkan untuk tahun ini ekonomi masih berada di level 2,25-3,25 persen. Hal ini membuktikan bahwa Bumi Etam sudah berhasil melewati pertumbuhan ekonomi yang minus. Tren apik ini tak lepas dari terus membaiknya kasus Covid-19.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Dayang Donna Faroek mengatakan, sesuai prediksi 2021 menjadi tahun pemulihan ekonomi. Hal itu sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia. Sebab, Kaltim sangat bergantung pada ekonomi global lantaran kegiatan ekonominya yang berbasis ekspor.

“Membaiknya permintaan ekspor pada 2021 menjadi perbaikan bagi pertumbuhan ekonomi kita. Diharapkan ini bisa berlanjut hingga tahun depan,” tuturnya, Senin (29/11).

Dia menegaskan, perdagangan Kaltim masih sangat bergantung kepada ekspor luar negeri. Utamanya, pertambangan batu bara yang menjadi kontribusi terbesar perekonomian Bumi Etam. Jika motor penggerak ekonomi Kaltim tidak terganggu, seharusnya ekonomi tetap bisa berjalan.

Sepanjang 2021, kegiatan ekspor Kaltim berjalan cukup baik, sehingga ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi dari 2020. Meski pada 2021 Kaltim juga menerapkan PPKM, tapi nyatanya tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan. “Kita akui PPKM membuat kerugian secara bisnis di kalangan masyarakat, hanya saja ini merupakan jalan terbaik demi menekan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, PPKM berdampak besar pada menurunnya mobilitas orang. Sehingga, pengaruhnya kepada sektor transportasi, perhotelan, pariwisata, UMKM dan lainnya yang berhubungan dengan mendatangkan orang banyak. Sedangkan sektor-sektor yang mendominasi Kaltim seperti pertambangan dan industri pengolahan tidak akan berpengaruh banyak.

Apalagi, saat ini komoditas andalan Kaltim seperti batu bara dan CPO sedang menikmati peningkatan harga. Pelaku usaha saat PPKM harus memutar otak agar bisnis bisa berjalan. Utamanya, UMKM yang harus jeli mencari pasar, salah satunya gencar berjualan online. Tetap bertahan serta berinovasi tetap harus dilakukan agar bisa melewati keadaan sulit ini.

“Terlepas dari itu, ekonomi kita sudah mulai membaik. Tahun depan semoga bisa lebih baik, saat ini kasus Covid-19 sudah terus melandai. Hal ini yang akan membawa ekonomi bisa pulih lebih cepat. Sehingga, ekonomi Kaltim bisa terus melanjutkan perbaikan,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kaltim dari Tahun ke Tahun

Tahun Laju Pertumbuhan Ekonomi (yoy)

2011 6,30

2012 5,26

2013 2,25

2014 1,71

2015 -1,20

2016 -0,38

2017 3,13

2018 2,64

2019 4,74

2020 -2,85

2021

Triwulan I -2,96

Triwulan II 5,76

Triwulan III 4,51

2021 2,25-3,25 (Proyeksi)

2022 3,51-4,25 (Proyeksi)

Sumber: BPS Kaltim