MARAKNYA peminta-minta di jalan jadi perhatian. Operasi penertiban tengah digelar guna meminimalkan keberadaan mereka. Kepala Satpol PP kota Balikpapan Zulkifli menegaskan, pihaknya akan memberikan efek jera kepada pengemis, semisal yang berkostum badut dan anak-anak yang berjualan atau mengamen di lampu merah. “Mereka ini berulang melakukan aksi di jalan,” bebernya.

Ia menyampaikan, belum lama ini sekitar 22 badut mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) secara online. Mereka mengikuti sidang secara online itu, harus membayar denda.

“Hanya kami kenai denda. Baju mereka belum kami sita. Namun, bila tertangkap melakukan aksinya di jalan dan mengganggu ketertiban dan ketenteraman masyarakat, baju badut mereka akan disita,” tegasnya. Zulkifli menjelaskan, apabila pengemis berkostum badut tertangkap kembali, mereka akan dikenakan sanksi progresif.

Bukan hanya itu, pengemis sekarang menggunakan berbagai macam modus. Seperti menjual tisu. “Kami kerap kucing-kucingan dengan pengemis, dikarenakan sering mengubah modus pengemisnya,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan, pihaknya menangkap pengemis ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu. Dikarenakan membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan. Kendati demikian, meskipun mereka sudah menjalani sidak tipiring dan membuat pernyataan, namun masih saja mereka beraksi sampai sekarang ini.

“Berdasarkan laporan, banyak pengemis badut datang dari Kalsel,” katanya.

Untuk itu dirinya selalu berpesan kepada masyarakat, untuk tidak memberikan uang kepada pengemis yang berada di lampu merah maupun di jalan yang dianggap mengganggu ketertiban umum.

“Kami berencana menempatkan anggota Satpol PP untuk memantau dari CCTV. Jadi, pengemis dan pengamen yang melakukan aksi di lampu merah, akan langsung ditegur melalui pengeras suara yang ditempatkan di lampu merah,” tutupnya. (aji/ms/k15)