JAYAPURA-Tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Komandan Operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Wilayah Yahukimo, Temius Magayang ditangkap personel gabungan Satgas Nemangkawi dan Polres Yahukimo di seputaran PT. Indopapua, Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (27/11).

Penangkapan Temius yang diduga sebagai dalang beberapa aksi teror di Kabupaten Yahukimo itu ‘dihadiahi’ dua timah panas dari personel gabungan Satgas Nemangkawi dan Polres Yahukimo. Pasalnya, Temianus hendak melarikan diri saat anggota mau melakukan penangkapan terhadap dirinya.

Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana menerangkan, saat anggota gabungan melakukan pencegatan di salah satu ruas jalan di hutan Yahukimo. Temianus kaget ketika mengetahui keberadaan anggota, sehingga yang bersangkutan langsung loncat dari dalam mobil dan melarikan diri.

Melihat buruannya mencoba kabur, personel gabungan menurut Deni Herdiana langsung melakukan pengejaran dan melumpuhkan yang bersangkutan dengan ditembak.

“Anggota yang melakukan penangkapan melumpuhkan yang bersangkutan lantaran hendak melarikan diri ke dalam hutan. Dia ditembak sebanyak dua kali pada bagian kaki di bawah lutut dengan upaya melumpuhkan,” ungkap Deni Herdiana saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (28/11).

Lanjut Kapolres, Temius ditangkap bersama empat orang lainnya yang saat itu berada dalam mobil yang ditumpanginya. Terhadap keempat orang tersebut, sedang dilakukan pendalaman di Mapolres Yahukimo.

“Keempat orang ini sedang kami dalami dan sementara dijadikan sebagai saksi. Apabila tidak terbukti adanya indikasi keterkaitan dengan kegiatan yang dilakukan Temius, kami akan keluarkan mereka,” jelasnya.

Dijelaskan Kapolres, sebelum penangkapan terhadap Temius. Pihaknya sudah melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan menjelang 1 Desember dan kini situasi Yahukimo kondusif pasca penangkapan Temius. “Temianus kami evekuasi ke Jayapura, penahananya akan dilakukan di sana (Polda Papua-red),” kata Kapolres.

Sementara itu, pasca penangkapan Temius, personel Polres Yahukimo melakukan patroli gabungan dalam menghadapi 1 Desember. Kapolres juga memastikan, situasi wilayah hukumnya itu hingga saat ini kondusif, aktivitas masyarakat seperti biasa.

“Upaya kepolisian terus melakukan penggalangan yang ditingkatkan, dimana para Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan yang terus melakukan sambang ke tokoh tokoh tertentu terkait 1 Desember,” ucapnya.

Pihaknya juga saat ini melakukan sweeping sajam dan Miras. Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Secara terpisah, Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Faizal Ramadhani mengatakan, Temius terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di Yahukimo sepanjang tahun 2021. Mulai dari pembunuhan dua anggota TNI, staf KPU Kabupaten Yahukimo, pembakaran dan pembongkaran gereja, pembunuhan staf karyawan Indo Papua yang dibunuh lalu dibakar di mobil. Serta, beberapa peristiwa lainnya. “Dosa dosa dia (Temius-red) banyak,” sebut Faizal Ramadhani.

Dikatakan Faizal, dalam kasus ini, pihaknya sebatas membackup Polres Yahukimo. Dimana untuk penahanan Temianus sendiri akan dilakukan di Polda Papua, namun kasusnya ditangani Polres Yahukimo.

“Selama ini dia (Temius-red) berada di Yahukimo. Dia tidak terlibat dalam kasus penyerangan di Suru-suru, untuk kompolotan lainnya masih dilakukan pengejaran,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan, usai dilakukan penangkapan. Temius Magayang langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Dekai untuk mendapatkan perawatan medis.

Adapun barang bukti yang diamankan saat penangkapan Temius yakni 1 pucuk senjata api pendek rakitan, 8 butir amunisi terdiri dari kaliber 5,56, 7 butir dan kaliber 7,62 sebanyak 1 butir. 1 unit HT, 1 unit Hp, 1 pisau dan kalung bercorak bintang kejora.

“Temius Magayang merupakan Komandan Operasi KKB Kodap XVI Wilayah Yahukimo dan sekaligus DPO rentetan kasus pembunuhan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo meliputi penganiayaan berat terhadap staf KPUD Yahukimo bernama Henry Jovinski, pembunuhan di jalan bandara (18/5) terhadap Muhamad Toyib dan pembunuhan 2 anggota Satgas Pamrahwan 432 / SWJ di ujung Bandara Nop Goliat Dekai,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Yahukimo, Ipda Rony mengatakan, ada lima laporan Polisi yang melibatkan Temius. Mulai dari pembunuhan staf KPU Yahukimo, pembunuhan dua anggota TNI dan pemilik kios di ujung bandara. Termasuk pembunuhan Amirullah yang saat ini jenazah belum ditemukan dan pembunuhan serta pembakaran pekerja jalan.

“Dia (Temianus-red) mengaku melakukan itu,” ucap Rony yang mengantar Temianus dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Minggu (28/11).

Dikatakan, serangkaian kasus pembunuhan tahun 2021 pelakunya adalah Temianus bersama dengan Senat Sol. Dimana Senat Soll sendiri sudah dilakukan penangkapan sebelumnya.

“Temianus ini diangkat oleh Tendius Gwijangge sebagai pimpinan Komandan Operasi lapangan KKB Kodap XVI Yahukimo,” tutup mantan Katim Charli ini.

Sementara itu, kontak senjata antara Satgas TNI dan kelompok bersenjata kembali terjadi di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo pada Sabtu (27/11). Akibatkan, 1 orang anggota Satgas TNI mengalami luka tembak.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan kondisi korban sadar dan stabil. Korban sebelumnya sudah dievakuasi ke RSUD Yahukimo guna penanganan medis lebih lanjut dan Minggu (28/11) dievakuasi ke RS Marthen Indey di Kota Jayapura.

“Mohon doa dari kita semua, semoga seluruh aparat TNI-Polri yang bertugas di Bumi Cenderawasih untuk menjaga kedaulatan NKRI selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Kapendam.

Secara terpisah, Danrem 172/Para Wira Yakthi Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan anggotanya itu hanya mengalami luka ringan terkena serpihan peluru dan sudah dilakukan evakuasi dari Dekai ke RS Marthen Indey.

“Luka ringan saja, kita takut infeksi sehingga kita evakuasi. Dia kena serpihan dan yang bersangkutan anggota penebalan yang baru mau masuk ke Distrik Suru-suru,” kata Danrem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (28/11).

Dikatakan Danrem, jumlah pasukan TNI yang ada di Distrik Suru-suru saat ini berjumlah 70 personel. Anggota sudah menguasai Suru-suru pasca penyerangan dua anggota TNI yang menyebabkan satu anggota TNI meninggal dunia.

“Kami amankan suru suru, mengamankan masyarakat dari gangguan KKB dan mengamankan pembangunan yang sedang dilakukan Pemda di Suru-suru. Kami akan menjamin keamanan di Suru suru, apabila ada gangguan dari KKB atau siapapun itu yang menganggu pembangunan dan masyarakat, TNI akan hantam mereka,” tegasnya.

Saat ini, masyarakat di Suru-suru menghindari sungai. Sebab, KKB saat itu melakukan penembakan dari arah sungai. “Kelompok Egianus sudah tidak ada di Suru-suru, sehingga tidak ada lagi suara tembakan dan gangguan. Anggota sudah kuasai Suru-suru,” ucapnya.

Sebelumnya, dua anggota TNI dari satuan BKO Aparat teritorial (Apter) Koramil Persiapan Suru suru, Kabupaten Yahukimo diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Sabtu (20/11) pagi.

Dalam penyerangan tersebut, satu anggota TNI bernama Sertu Baskoro gugur ditembak di bagian kepala. Sementara Danpos Kapten Inf. Arviandi terkena luka bacok parang. (fia/nat)