Setelah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Kaltim langsung menata diri. Target meraih prestasi lebih baik di edisi PON berikutnya di Aceh-Sumut 2024 menjadi cita-cita yang mulai digaungkan.

 

SETIDAKNYA semangat itu yang tergambar di dalam acara Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Ahad (28/11).  Rapat yang dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor itu dijadikan sebagai awal yang baik untuk pembinaan olahraga Bumi Etam ke depan.

Soal prestasi yang diraih di PON Papua, gubernur Kaltim tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan yang terlibat langsung di dalam kontingen Kaltim. Menurut dia, apa yang diraih di Bumi Cendrawasih adalah hal yang sangat positif di tengah pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini.

Dengan demikian, fokus anggaran pemprov terpusat di penanggulangan Covid-19. “Dengan hasil ini sudah sangat baik, karena dengan jumlah anggaran dan atlet yang lebih sedikit tapi Kaltim tetap dapat 25 emas,” ujar orang nomor satu di Bumi Etam itu.

Lebih lanjut, mantan bupati Kutai Timur itu berharap prestasi yang sudah didapatkan Kaltim bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan di PON 2024. “Harus bisa berprestasi di PON berikutnya karena Kaltim sejatinya memang banyak prestasinya. Salah satunya dari bidang olahraga,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya menuturkan, kontingen Kaltim sudah semaksimal mungkin di PON Papua. Berhasil meraih 25 medali emas, diakui Zuhdi, sebagai prestasi yang cukup baik. Meski dengan jumlah yang sama, dari segi persentase, Kaltim tetap mengalami peningkatan signifikan.

“Atlet, pelatih, oftek, dan seluruh pengurus sudah bekerja keras. Pada akhirnya kita meraih 25 medali emas dan itu patut disyukuri,” terang dia.

Meski demikian, Zuhdi mengakui dari segi posisi di klasemen perolehan medali, Kaltim turun dari posisi lima ke posisi ketujuh. Untuk itu, dia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kaltim atas hasil tersebut.

“Kami juga meminta maaf kepada masyarakat Kaltim karena posisi kita turun dari edisi sebelumnya. Tapi percayalah, semua sudah bekerja sangat keras. Selain digelar di tengah pandemi, PON kali ini digelar di ujung timur Indonesia,” tukas Zuhdi.

Zuhdi berharap ke depan KONI Kaltim berupaya meningkatkan pembinaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan saat ini adalah menggelar TC mandiri yang akan dimulai awal Desember ini. Atlet, pelatih dan oftek yang berprestasi di PON Papua akan menerima honor bulanan.

“Kita akan berupaya mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Salah satunya dengan menggelar TC mandiri lebih awal kepada atlet yang sudah berprestasi di Papua,” tutup dia. (don/kri/k16)