JAKARTA–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memantau pengembangan vaksin merah putih. Jumat (26/11), BPOM meninjau langsung fasilitas produksi upstream-downstream vaksin Merah Putih di PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia.

Kunjungan tersebut adalah komitmen BPOM terhadap langkah kemandirian produk obat dalam negeri. Vaksin Merah Putih dikembangkan PT Biotis bersama peneliti dari Universitas Airlangga.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyampaikan, pihaknya ingin memastikan pendampingan yang dilakukan instansinya ditindaklanjuti PT Biotis. Dia juga ingin melihat langsung kesiapan fasilitas produksi vaksin Merah Putih. Semua kegiatan harus memenuhi dan menerapkan ketentuan internasional serta standar dan persyaratan cara pembuatan obat yang baik (CPOB).

“Kami mengapresiasi kerja sama dan segala upaya yang dilakukan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dalam penerapan CPOB secara penuh dalam rangka penjaminan mutu vaksin Covid-19,” terang dia. Dari peninjauan itu pula, dia kian yakin pengembangan vaksin Merah Putih sudah berada di jalur yang benar dan sesuai dengan timeline.

Dengan begitu, Penny pun optimistis pengembangan vaksin Merah Putih segera berlanjut ke tahap berikutnya. “Dalam waktu dekat kita harapkan untuk siap melangkah ke tahap uji klinik,” kata Penny.

Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman pun memberi apresiasi kepada BPOM. Selama ini BPOM turut mengawal perusahaan yang dia pimpin. Sehingga mampu memenuhi semua persyaratan yang berlaku. (syn/JPG/rom/k8)