AKTRISDian Sastrowardoyo mengatakan, kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dapat dimulai di rumah, dengan melakukan hal-hal sederhana. Misalnya seperti bertanam hingga memilah sampah dan penggunaan pakaian yang ramah lingkungan.

“Aku melihat semakin ke sini isu lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Kalau kita literated dan well-informed soal itu, pasti akan sadar betul isu lingkungan harus masuk sampai ke unit terkecil dalam kehidupan, yaitu keluarga,” ungkap Dian. Lebih lanjut, pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta itu mengatakan, orangtua terutama ibu memegang peranan penting dalam mengedukasi anak-anaknya sejak dini soal masalah lingkungan hidup.

“Ibu adalah sosok guru di keluarga. Jadi, kalau bicara edukasi, juga bicara bahwa itu dimulai di lingkungan terkecil, yakni keluarga. Isu lingkungan hidup benar-benar dijadikan hal yang penting untuk diangkat,” jelas perempuan kelahiran 16 Maret 1982 itu. “Selain itu, sekarang rasanya sudah terpisah banget sama alam. Jadi, aku merasa untuk bisa punya impact, kita harus memulai dan bisa dari keluarga dulu,” ujarnya.

Dian menuturkan, sebelumnya sangat jauh dengan isu-isu yang menyangkut lingkungan. Hati perempuan yang juga sebagai aktivis itu banyak tergerak setelah menonton ragam film documenter, yang menurutnya mampu meningkatkan kesadaran secara luas. “Menurut saya untuk meningkatkan awareness dan kepekaan kolektif, perlu pelan-pelan memulai, misalnya lifestyle, fesyen, hingga menonton film di bioskop. Edukasi bukan hanya terjadi di sekolah, tapi juga terjadi di dalam lifestyle sehari-hari,” sambung perempuan pehobi membaca dan menonton itu.

Saat ditanya seperti apa peran sineas dalam menyuarakan isu lingkungan, dia mengatakan, para pembuat film bisa memulai kesadaran bahwa film yang diproduksi memiliki fungsi edukasi, termasuk untuk isu lingkungan hidup.

“Karena masih sedikit masyarakat yang peka dengan gentingnya isu lingkungan, dan kayaknya tugas kita sebagai sineas juga untuk meningkatkan awareness masyarakat lewat film-film dan cerita-cerita yang diproduksi,” ungkapnya mengakhiri. (jpg/dra)