Jadon Sancho akhirnya mencetak gol untuk Manchester United pada musim ini. Itu dia dapat ketika Setan merah menang atas Villareal CF pada lanjutan matchweek UEFA Champions League, Rabu (24/11) Wita lalu.

 

CAPAIAN itu disebut-sebut sebagai titik kebangkitan Sancho. Maklum, selama Man United dipegang Ole Gunnar Solskjaer, dirinya tidak banyak dapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, seperti ketika masih berseragam Borussia Dortmund. Dari 12 pertandingan yang sudah dilalui Manchester Merah musim ini, dia baru dapat empat kesempatan tampil sejak menit pertama.

Karteker pelatih Manchester United FC Michael Carrick tidak terkejut dengan performa Jadon Sancho. Menurutnya, capaian itu sudah sepantasnya ditunjukkan Sancho untuk saat ini. “Jadon adalah pemain yang luar biasa. Dia selalu terlihat senang setiap bola di kakinya. Dia selalu berusaha melakukan sesuatu, menghadapi pertahanan lawan, bekerja sama dengan pemain depan, membuat peluang, dan mencetak gol,” jelas Carrick, dilansir dari Manchester Evening News.

Karena itu, Sancho berpeluang kembali diturunkan ketika Man United menantang Chelsea FC di Stamford Bridge Stadium, London, dini hari Wita nanti (siaran langsung Mola TV, kick off 00.30 Wita).

Terlalu dini untuk menyebut Sancho telah menunjukkan performa terbaiknya pada laga tersebut. Namun, Carrick yang tidak lama memegang jabatan sebagai pelatih kepala, berupaya memberinya panggung. Agar Sancho bisa mencuri perhatian sang manajer interim, Ralph Rangnick yang diperkirakan sudah hadir di Carrington—kamp latihan Man United—dalam waktu dekat.

“Selalu tidak mudah untuk bergabung ke klub baru dan menunjukkan penampilan. Terutama bagi pemain muda. Dia punya masa depan yang cerah jika bisa mempertahankan penampilannya saat ini. Seberapa jauh dia bisa berlari? Saya harap dia bisa menunjukkan segala potensinya. Dia punya itu semua. Jika itu bisa dia lakukan, dia akan mendapatkan kesempatan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, bagi Chelsea FC, meski lawan kini sedang dalam fase transisi sepeninggal Ole Gunnar Solskjaer, menurut manajer Thomas Tuchel, kondisi itu tidak akan berpengaruh banyak kepada performa Setan Merah. Buktinya mereka bisa menang dengan skor meyakinkan atas Villareal.

“Saya takkan pernah menyisihkan siapapun dari persaingan. Tidak di kompetisi atau di pertandingan ini. Karena mereka adalah klub besar dengan sekelompok pemain papan atas berpengalaman. Jadi ini tetap sebuah pekerjaan besar kami untuk tidak membiarkan mereka tampil gemilang. Karena, bila lengah saja dalam sepersekian detik, semua akan berubah.

“Selalu menjadi momen terbaik setiap menghadapi Manchester United karena kami akan menghadapi tantangan besar. Kami ingin bermain di level tertinggi untuk membuktikan diri. Kami baru pulang dari pertandingan yang ketat dan siap menghadapi yang akan datang berikutnya. Di sinilah kami, di mana kami mencintainya, kami selalu tertantang untuk terus pada level terbaik,” ucap Tuchel.

Setelah dipastikan kehilangan N’Golo Kante yang mengalami cedera, Tuchel bisa lebih tenang setelah salah satu pemain pilarnya, Kai Havertz sudah dalam kondisi ideal untuk bisa tampil dalam pertandingan nanti malam. “Ya, dia sudah fit,” ucapnya. Sementara striker andalannya, Romelu Lukaku masih perlu waktu untuk kembali pulih dari cedera engkel yang didapatnya ketika Chelsea menang atas Malmo FC, Oktober lalu.

“Kami merindukan semua pemain yang harus absen karena cedera. Kami sangat merindukan Romelu. Tetapi kami tetap mampu mengatasi situasi ketika dia tidak ada. Ini tugas saya, dan tim melakukannya dengan baik,” jelasnya. (ndy2)