Perumdam Tirta Kencana terus berupaya memperluas pelayanan. Itu diharapkan mengatasi banyaknya wilayah yang selama ini krisis air bersih. Salah satunya di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.

 

SAMARINDA–Puluhan tahun warga Palaran, khususnya Kelurahan Bukuan belum pernah menikmati aliran air bersih dari Perumdam Tirta Kencana. Selama ini, kebutuhan air bersih hanya didapat dari perusahaan swasta, yakni PT Lima Bersaudara. Namun, cakupannya juga sangat terbatas.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno menuturkan, sudah lama warga Palaran khususnya Bukuan merindukan aliran air bersih dari perusahaan pelat merah milik pemkot tersebut. Terbatasnya pasokan air dari IPA Palaran, yakni hanya 54 liter per detik belum mampu mencakup secara keseluruhan. “Apalagi di Bukuan belum tersentuh,” ucapnya, Jumat (26/11).

Dia mengakui memang ada permasalahan sosial, yakni indikasi penolakan masuknya pipa Perumdam oleh perusahaan setempat. Namun, nyatanya pada pertemuan antara direksi Perumdam Tirta Kencana Samarinda dengan Direktur PT Lima Bersaudara, Rabu (24/11) berhasil meluruskan komunikasi terputus.

“Perumdam selama ini juga tidak pernah berbicara dengan pengusaha (PT Lima Bersuadara), makanya setelah rapat dengar pendapat yang digagas Komisi II dan dihadiri anggota DPRD dapil di setempat, komunikasi kian membaik,” ucapnya.

Dia menerangkan dalam agenda itu, Perumdam mengusulkan tiga opsi kerja sama. Namun, opsi terakhir yakni pembangunan jaringan yang berdampingan dan hanya melayani pendaftaran pelanggan baru akan lebih baik terhadap iklim dunia usaha dan sosial di sana.

“Tetapi nanti ada rapat lanjutan. Kami (dewan) akan selalu siap mengawal, sehingga progres apa pun akan turut disampaikan ke warga,” terangnya.

Dia pun mewanti-wanti agar Perumdam bisa memanfaatkan momen ini. Sehingga pada 2022 mendatang segera membangun jaringan sekunder kelurahan Bukuan. Mengenai sumber anggaran pun bisa diperoleh dari mana saja, baik APBD kota, Bantuan Keuangan (Bankeu) Kaltim, serta anggaran pusat.

“Mumpung komunikasi baik dengan pengusaha segera bangun jaringan hingga ke pinggiran,” harapannya.

Mengenai krisis air bersih yang masih banyak terjadi terutama di wilayah kota, hingga Samarinda Utara. Di mana sering dikeluhkan warga kepada anggota Komisi III DPRD, Jasno berkomitmen akan terus mengawal. Anggaran yang diusulkan untuk pembangunan IPA baru di APBD 2022 masih dalam tahap pembahasan.

“Krisis air bersih tidak hanya di Palaran. Beberapa daerah perkotaan hingga pinggiran masih ada yang belum menikmati air 24 jam,” ucapnya.

Dia menambahkan, terkait manajemen Perumdam, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut sudah lebih terbuka dan terus melakukan perluasan layanan. Sehingga, diharapkan sebanding dengan peningkatan pelayanan.

“Sementara dalam rapat anggaran belum dibahas, namun nanti kami akan fokus dan memanggil pihak Perumdam,” tutupnya. (dns/kri/k8)