Peningkatan jaringan distribusi air di Kecamatan Palaran, khususnya Kelurahan Bukuan, diproyeksi akan dimulai tahun depan. Selama ini kebutuhan air bersih di sana didominasi perusahaan lokal, PT Lima Bersaudara.

 

SAMARINDA–Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda Ali Rachman AS menuturkan, selama ini pihaknya memang terfokus pengembangan suplai air dan jaringan di kawasan perkotaan. Khusus Kelurahan Bukuan, terdapat instalasi pengelolaan air (IPA) kecil berkapasitas 10 liter per detik. Namun, hanya difungsikan 5 liter per detik dan belum beroperasi 24 jam. “Hanya untuk kebutuhan TPK Palaran. Jika mau cepat bisa saja dimaksimalkan,” ucapnya, Kamis (25/11).

Terdapat rencana besar ketika IPA Kalhol berkapasitas 250 liter per detik yang masih dalam pembangunan rampung dan beroperasi. Apalagi di sepanjang Jalan Ampera, Kecamatan Palaran, sudah terbangun jaringan pipa induk 600 mm. “Tahun depan kami baru akan mencari pendanaan untuk peningkatan jaringan pipa sekunder di Bukuan,” ucapnya.

Sebelumnya, Rabu (24/11) Perumdam Tirta Kencana Samarinda didampingi Komisi II DPRD Samarinda melakukan rapat dengar pendapat bersama Direktur PT Lima Bersaudara, Cornelia. Dari pertemuan itu, Perumdam menawarkan tiga bentuk opsi kerja sama, yakni pembelian air curah dengan perhitungan tertentu, pembelian aset swasta yang nilainya dihitung tim appraisal, atau membangun jaringan baru berdampingan dengan jaringan milik swasta. Tanggapan dari manajemen PT Lima Bersaudara pun akan mempertimbangkan opsi tersebut, namun memastikan tidak ingin dihilangkan mengingat telah beroperasi sejak 20 tahun lalu.

Kembali ke Ali, terkait progres pembangunan IPA Kalhol, hasil kunjungan lapangan kemarin (25/11), kontraktor PT Nindya Karya bekerja sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan. Hingga akhir tahun perusahaan negara itu bakal menyelesaikan sejumlah bangunan, antara lain rumah pompa, reservoir, gedung kantor dan gudang bahan kimia, serta lagon. “Pada 2022, mereka melanjutkan pembangunan area pengolahan, dengan target enam sampai delapan bulan lamanya,” ucap dia.

“Insyaallah ketika IPA Kalhol beroperasi krisis air di Palaran akan berakhir. Karena di beberapa wilayah seperti Kelurahan Simpang Pasir, mendapat suplai air jauh dari IPA Gunung Lipan,” kuncinya. (dns/dra/k8)