ASPEK keselamatan dan keamanan di Pantai Manggar segera dievaluasi Pemkot Balikpapan. Menyusul, adanya pengunjung yang meninggal saat berenang pada 14 November lalu. Dan penyediaan alat keselamatan, menjadi atensi jelang libur akhir tahun mendatang.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengisyaratkan untuk melakukan pendataan terhadap sarana dan prasarana keselamatan di pantai yang dikelola Pemkot Balikpapan itu. Berkoordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan, untuk menginventarisasi sarana dan prasarana keselamatan, yang dibutuhkan di Pantai Manggar. “Kami akan lihat sarana dan fasilitas keselamatannya, yang akan dilengkapi, nanti,” katanya kepada Kaltim Post.

Selain itu, untuk meningkatkan keamanan pengunjung terutama saat akhir pekan, Rahmad akan menugaskan penjaga pantai. Salah satu opsinya melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai penjaga pantai di sana. “BPBD sudah tugasnya dia menjaga keselamatan warga kita. Bukan hanya mengurusi bencana semata,” jelasnya.

Sarana dan prasarana keselamatan di Pantai Manggar diakui memang masih minim. Seperti tidak ada papan peringatan larangan berenang pada titik-titik rawan. Kemudian, menara pantau yang kondisinya memprihatinkan.

Ada tiga menara pantau di Pantai Manggar yang kondisinya nyaris roboh. Akibat terkena abrasi pantai. Selain itu, tak ada perahu karet, untuk kegiatan penyelamatan darurat. Padahal, pantai di Kecamatan Balikpapan Timur itu memberikan kontribusi pada pendapatan daerah. Hingga November ini, sudah menyetorkan lebih Rp 2 miliar untuk pendapatan daerah. Dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 1,5 miliar.

Aspek keselamatan dan keamanan yang minim di Pantai Manggar, juga menjadi atensi Komisi II DPRD Balikpapan. “Kami akan meminta kepada DPOP Balikpapan mengevaluasi aspek keselamatan di Pantai Manggar. Supaya masyarakat Balikpapan maupun luar Balikpapan bisa lebih aman,” kata Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Haris saat ditemui Kaltim Post di Kantor DPRD Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Politikus PDI Perjuangan itu mengakui, pihaknya memang belum memenuhi usulan mengenai pengadaan yang sempat disampaikan UPT Pantai Segara Sari Manggar. Seperti pengadaan perahu karet hingga alat pengamanan lainnya. Yaitu life jacket atau jaket pelampung. Keterbatasan anggaran Pemkot Balikpapan tahun ini jadi penyebab.

Akan tetapi, usulan tersebut akan kembali dipertimbangkan untuk disetujui. Mengingat aspek keselamatan di Pantai Manggar kembali menjadi sorotan. Setelah adanya pengunjung yang meninggal dunia. Di mana, menurutnya fasilitas keselamatan yang perlu disiapkan adalah jetski, perahu karet, dan pelampung. Juga perlu ada patok, sebagai batasan untuk pengunjung. (kip/rom/k15)