Dr Isradi Zainal

Rektor Universitas Balikpapan

 

 

PEMINDAHAN ibu kota negara (IKN) baru yang diusulkan pemerintah ke Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara sejak 2019 itu, desainnya sudah disayembarakan. Lalu pemenangnya sudah ditetapkan dan berdasarkan hasil sayembara diketahui yang berhasil memenangkan lomba adalah Sibarani dengan konsep Nagara Rimba Nusa. Kemudian disingkat dengan “Nagara”.

Istilah “Nagara” bisa juga diperluas menjadi Nagara Rimba Nusa Samudra. Istilah itu oleh penulis sengaja diperluas dengan harapan IKN baru berbasis nagara, rimba, nusa, dan samudra. Bila diterjemahkan bermakna ibu kota berbasis green, forest blue, dan sustainable.

Sebuah konsep yang menggabungkan antara pemenang sayembara dan Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kaltim, dan Universitas Balikpapan yang berbasis blue city dan blue economy.

Penambahan konsep blue city didasarkan pada posisi IKN yang berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang sangat strategis dan memiliki potensi sebagai poros maritim dunia.

Berdasarkan lokasi, posisi dan konsep untuk IKN baru, nama IKN yang ideal adalah Sepakunagara, Sepakunegara, Pakunegara, dan Pakunagara. Argumen penggunaan nama “Sepakunagara” bisa didasarkan pada alasan bahwa kata “Sepaku” bisa dianggap singkatan dari “sebagian Paser dan Kutai” atau “sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai”. Bisa juga sebagai lokasi inti kawasan IKN.

Sementara istilah “Nagara” bisa diartikan sebagai nagari, rimba, nusa, dan samudra/antara. Sebuah istilah yang merupakan paduan dari konsep pemenang sayembara yang dilengkapi oleh FDTI/PII.

Untuk istilah “Sepakunegara” bisa dianggap sebagai singkatan dari “sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Selanjutnya untuk istilah “Pakunegara” bisa dianggap sebagai singkatan dari “Penajam Paser Utara (Pa) dan Kutai Kartanegara (Kunegara). Untuk istilah Pakunagara berasal dari dua unsur yaitu Paku (Paser Penajam Utara–Kutai Kartanegara atau Paser-Kutai) dan Nagara (nagari, rimba, nusa, samudra/antara).

Keempat usulan nama IKN baru di atas seperti Sepakunagara, Sepakunegara, Pakunegara, dan Pakunagara bisa dianggap simbol nama dari Kaltim karena merupakan singkatan dari nama daerah atau lokasi IKN baru.

Ada baiknya nama yang diberikan untuk IKN bukan nama yang jauh dari simbolisasi Kaltim sebagai penyumbang wilayah atau lokasi IKN baru. Semoga pemerintah bisa mengambil salah satu nama di atas sebagai simbolisasi Kaltim dan Indonesia. (rom/k16)