Prokal.co, Tenggarong - Dalam rangka mempersiapkan Ibu kota Negara (IKN) baru di sebagian wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar), DPRD Kukar terus menyiapkan sejumlah perangkat pendukung di daerah penyangga. Salah satunya yaitu berbagai hal yang mendukung smart city.

Senin, (22/11) kemarin, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid menyambangi kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Didampingi Sekretaris DPRD Kukar Muhammad Rida Darmawan, juga hadir perwakilan awak media yang bertugas di wilayah Kukar.

Kedatangan rombongan disambut langsung, Hasyim Gautama selaku Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo.

Bertempat di ruang rapat Maladi, kedua pihak saling menyampaikan potensi pembangunan di Kukar. Terlebih lagi, menjelang pemindahan IKN di wilayah Kalimantan yang dianggap perlu mengambil peran banyak pihak.

Dalam kesempatan itu, Rasid menyampaikan jika pihaknya ingin berkoordinasi secara langsung kepada pihak Kementerian Kominfo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang komunikasi dan informasi di Kukar. Seperti jaringan internet hingga kebijakan kemitraan antara media dan unsur pemerintahan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari kunjungannya di Kemenkominfo tersebut, dirinya mendapatkan banyak informasi terkait kondisi perkembangan infrastruktur komunikasi dan informatika.

Ia juga menyampaikan jika ternyata banyak fasilitas yang berpotensi diberikan secara langsung oleh Kementerian Kominfo. Seperti server hingga penggunaan aplikasi tertentu yang tidak harus membeli.

"Apalagi menjelang IKN nanti, kita harus siap dengan arus informasi yang sangat deras. Jaringan internet dan sebagainya, harus mulai disiapkan," katanya.

Rasid juga mengaku mendukung percepatan smart city di wilayah Kukar. Tak hanya berkaitan dengan infrastruktur jaringan, keberadaan smart city juga perlu didukung dengan kualitas Sumber Daya Mineral (SDM). Untuk mendorong hal itu, peran awak media menurutnya juga penting dalam rangka memberikan pencerdasan di tengah masyarakat.

"Kalau diperlukan untuk membuat regulasi serta aturannya, maka kita akan dukung itu. Saat ini peran awak juga sangat penting untuk pembangunan di Kukar," tutupnya.

Hasyim Gautama juga menyampaikan banyak informasi terkait program-prpgram yang telah dilakukan Kemenkominfo.

Salah satunya program transformasi digital, di mana pada era digital dan pandemi Covid-19 seperti saat ini, masyarakat dituntut untuk mengubah kebiasaan lama dari aktivitas langsung menjadi sistem digital (online).

Misalnya, membuat program Smart City yang memiliki enam pilar yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart society, smart environment dan smart living. (Adv/qi/Rh)