BARCELONA – Bersama pelatih penuh intrik (Ronald Koeman) dan kali pertama menjalani musim tanpa Lionel Messi, 12 laga awal La Liga 2021–2022 serasa ingin dilupakan FC Barcelona. Musim sesungguhnya Barca seolah baru dimulai setelah mereka memiliki Xavi Hernandez sebagai entrenador.

Tantangan Xavi dimulai dalam Derbi Barceloni ke-123 melawan RCD Espanyol di Camp Nou dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB). Barcelonistas seolah sudah tidak sabar menanti gebrakan apa yang akan ditampilkan Barca bersama Xavi. ”Kami (serasa) baru memulai musim dengan harapan bisa meraih hasil lebih baik,” kata kapten dan gelandang Barca Sergio Busquets kepada Mundo Deportivo.

Xavi memiliki blueprint ideal dalam membangkitkan kembali Barca. Yaitu mengembalikan permainan yang pernah membuat Barca sukses di era Xavi bermain: tiki-taka. Pelatih 41 tahun itu pun sudah mengaplikasikannya bersama Al Sadd SC, klub Qatar yang dilatihnya dua tahun terakhir. Permainan Al Sadd SC pun sampai dijuluki tiki-taQatar.

Tetapi, tentu berbeda situasi, kondisi, maupun tekanan di Al Sadd dengan di Barca. Xavi sadar filosofi permainannya tidak bisa langsung dipahami para pemain. Karena itu, dia menggunakan bantuan teknologi, yaitu sebuah perangkat lunak yang secara otomatis akan mendeteksi semua situasi taktis yang terjadi selama pertandingan. Seperti keunggulan dan kekurangan dari tim sendiri dan lawan.

Hal itu memungkinkan pelatih memiliki dasar untuk menemukan handicap yang membuat performa timnya tersendat selama laga. Entrenador Villarreal CF Unai Emery sudah menggunakan perangkat lunak tersebut. Salah satu bukti konkret tersaji musim lalu ketika Emery membawa El Submarino Amarillo memenangi Liga Europa.

Uniknya, perangkat lunak produksi Kognia itu merupakan ciptaan Joan Vila, mantan kepala statistik Barca (periode 2011–2018) sekaligus eks pelatih Barca kelompok usia (1987–2001). Hal itulah yang membuat Xavi meyakini bahwa Vila akan memberikan ”bantuan” signifikan bagi klub yang membesarkan namanya. ”Dengan alat tersebut kami ingin kelemahan dalam taktikal kami akan makin teratasi seiring waktu,” ucap Xavi.

Selain bantuan teknologi, Xavi memberi sinyal akan memaksimalkan peran pemain dari La Masia. Sebab, para pemain dari akademi kondang milik Barca itu tentu sudah ditempa dengan filosofi tiki-taka. Salah satunya mengoneksikan trisula Pedri-Busquets-Gavi sebagai sentral permainan di lini tengah. Tidak berlebihan kalau gelandang Belanda Frenkie de Jong yang takut tersisih mulai menebar sinyal ingin mendapatkan klub baru. (io/c9/dns)